Laporkan Masalah

Strategi Diplomasi Perguruan Tinggi Di Indonesia Dalam Upaya Meningkatkan Jumlah Mobilitas Mahasiswa Internasional

RIMA AMALIA EKA W, Dr. Randy Wirasta N, S.I.P., M.Sc.

2021 | Tesis | MAGISTER ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

Penelitian tesis ini bertujuan untuk menganalisis mengapa strategi perguruan tinggi dalam melakukan diplomasi kebijakan internasionalisasi pendidikan tinggi di Indonesia belum secara signifikan meningkatkan jumlah mobilitas mahasiswa internasional pada periode tahun 2015 - 2019. Peneliti menggunakan metode kualitatif dan studi kasus dalam menganalisis data. Penelitian ini dilakukan di Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan mewawancarai sembilan narasumber dari Kantor Urusan Internasional UGM. Berbagai data, literatur, dan dokumen digunakan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang agenda internasionalisasi dan dampaknya terhadap perkembangan mobilitas mahasiswa internasional di UGM. Peneliti menggunakan metode kualitatif dan studi kasus untuk menganalisis data. Konsep yang digunakan adalah diplomasi multi jalur dan kognitivis lemah pada teori rezim internasional. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti berargumen bahwa secara umum terdapat dua aspek yang menyebabkan sedikitnya jumlah mobilitas mahasiswa internasional yaitu faktor internal seperti kurangnya pengelolaan kerjasama dengan mitra strategis yang diindikasikan dengan adanya MOU atau perjanjian yang tidak memiliki luaran mahasiswa internasional, kurangnya institusionalisasi kemitraan dengan mitra strategis, dan belum ada proses monitoring dan evaluasi yang spesifik dan strategis untuk kerja sama dan mobilitas internasional. Adapun faktor eksternal diindikasikan dengan ketergantungan akan adanya pendanaan dari luar, proses birokrasi yang panjang dan rumit, kurangnya dukungan taktis dari pemerintah, dan kurangnya kontribusi dari lembaga lainnya seperti bisnis dan media. Berdasarkan evaluasi terhadap partisipasi pada komunitas epistemik, ditunjukkan bahwa partisipasi ini belum secara signifikan meningkatkan jumlah mobilitas mahasiswa internasional karena: komunitas epistemik belum menawarkan inovasi kebijakan yang strategis untuk bisa diterapkan oleh anggotanya, proses difusi kebijakan di institusi anggota komunitas yang tidak berjalan lancar, pembuat kebijakan di universitas tidak menganggap bahwa partisipasi pada komunitas epistemik menjadi strategi yang paling dominan untuk meningkatkan mobilitas internasional, serta tidak adanya institusionalisasi kebijakan tentang mobilitas mahasiswa internasional yang ditawarkan oleh komunitas epistemik.

This thesis research aimed to analyze why the diplomacy strategy performed by the Indonesian higher education has not significantly increased the number of international students mobility from 2015 to 2019. The research was conducted at Universitas Gadjah Mada (UGM) by interviewing nine resource persons from the Office of International Affairs at UGM. Various data, literature, and documents were also gathered to provide a deep understanding of the internationalization agenda and its impact on the development of international student mobility at UGM. The researcher applied qualitative and case study methods to analyze the data. The concepts used to analyze the data were multi-track diplomacy and weak cognitivism of the regime theory. Based on the study, the researcher argues that mainly two aspects cause a little number of international student mobility: internal factors such as poor partnership management with strategic partners indicated by the existence of MOUs and agreements with no inbound mobility outputs, less institutionalization of partnership with strategic partners, and there is no specific or strategic monitoring and evaluation activities for international mobility and cooperations. While external factors are indicated by the dependency on external funding, long and complicated process of bureaucracy, less tactical support from the government, and less contribution from other supporting agencies such as business and media. Based on the evaluation of participation in the epistemic community, it implies that this participation has not significantly increased the number of international student mobility due to: the community has not offered strategic policy innovations to be applied by the members, the process of policy diffusion in the member's institution is not smoothly run, the policymakers in the university do not consider that the participation in the epistemic community is the dominant strategy to increase the international mobility, and also there is no institutionalization of policy on international student mobility offered by the epistemic community.

Kata Kunci : komunitas epistemik, mobilitas mahasiswa internasional, internasionalisasi, diplomasi multi-jalur

  1. S2-2021-449137-abstract.pdf  
  2. S2-2021-449137-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-449137-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-449137-title.pdf