EFEKTIVITAS PENERAPAN PERANCANGAN PARTISIPATIF DI PAKUNCEN, WIROBRAJAN, YOGYAKARTA
RUSYDINA SABILA F, Ardhya Nareswari, S.T., M.T., Ph.D.
2021 | Tesis | MAGISTER ARSITEKTURPembangunan dengan partispasi masyarakat dapat menimbulkan rasa memiliki dan berkelanjutan pada bangunan seperti yang dikemukakan oleh Shanoff 1988 serta Ferguson & Candy 2014. Hal ini sejalan dengan tujuan dari Sustainable Development Goals (SDG) yaitu pembangunan dipermukiman kampung kota harus dapat berkelanjutan. Kampung Pakuncen menerapkan perancangan partisipatif pada pembangunan balai bambu dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun balai bambu tidak lagi dirawat dari tahun 2016 hingga sekarang yang diakibatkan tidak optimalnya struktur dimana perlu dilakukan kajian mengenai efektivitas karena tujuan akan keberlanjutan tidak terpenuhi. Metode penelitian menggunakan deduktif-kualitatif-kuantitatif. Berangkat dari teori perancangan partisipatif akan menghasilkan produk yang keberlanjutan jika mengikuti setiap tahapan prosesnya. Analisis kualitatif dilakukan untuk mendapatkan informasi terkait output dan outcome yang dihasilkan yaitu balai bambu sebagai ruang publik dari hasil wawancara. Analisis kuantitatif untuk mengukur tingkat efektivitas perancangan partisipatif dengan metode skoring menggunakan skala likert dari hasil kuesioner. Penelitian ini menemukan bahwa efektivitas dari penerapan perancangan partisipatif tidak selalu menghasilkan pembangunan yang berkelanjutan. Walaupun manfaat nya dirasakan efektiv tapi hanya berjalan 3 tahun saja. Hal ini dapat diliat melalui aspek ekonomi, sosial dan lingkungan bahwa partisipasi masyarakat tidak selalu menghasilkan pembangunan yang berkelanjutan. Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas ada pada peran organisasi atau kelompok yang berpengalaman dalam memudahkan proses perancangan partisipatif namun partisipasi masyarakat juga berpengaruh dalam menghasilkan perancangan partisipatif efektiv dan keberlanjutan.
Development with community participation can cause a sense of belonging and keberlanjutan in buildings as stated by Shanoff 1988 and Ferguson & Candy 2014. This is in line with the goal of the Sustainable Development Goals (SDGs) which is that the development of urban villages must be sustainable. Kampung Pakuncen implemented a participatory design for the project of "balai bambu" to fill the needs of the community. But "balai bambu" are no longer treated from 2016 until now due to the non -optimal structure where there needs to be a study on effectiveness because sustainable goals unfulfilled. Research methods use deductive-qualitative-quantitative. Started from participatory desgin theory will produce sustainable products if they follow every stage of the process. Qualitative analysis is to get information related to the output and outcomes produced, namely balai bambu as a public space from interviews. Quantitative analysis to measure the level of effectiveness of participatory design with the scoring method using the likert scale of the questionnaire. The study found that the effectiveness of implementing participatory design does not always produced the sustainable development. Although the benefits are felt effectivly but only run for 3 years. It can be traced through economic, social and environmental aspects that community participation does not always produced in sustainable development. Factors that affect effectiveness are in the role of organizations or groups that are experienced in facilitating the participatory process but community participation is also influential in producing participatory design effecttiv and sustainability.
Kata Kunci : Efektivitas, Perancangan Partisipatif, Keberlanjutan