KAJIAN KERUSAKAN LINGKUNGAN HABITAT PENYU AKIBAT PENGEMBANGAN PARIWISATA DALAM RANGKA PELESTARIAN LINGKUNGAN DI WILAYAH KEPESISIRAN KABUPATEN BANTUL D.I.YOGYAKARTA
MUHAMMAD THARIQ P, Prof.Dr. Totok Gunawan, M.S. ; Prof.Dr. Suwarno Hadisusanto, M.S.
2021 | Tesis | MAGISTER ILMU LINGKUNGANKepesisiran Kabupaten Bantul D.I.Yogyakarta memiliki kekayaan hayati sebagai lokasi habitat penyu salah satunya jenis penyu lekang. Penyu merupakan satwa liar dilindungi dan keberadaannya mulai terancam akibat aktivitas manusia. Kepesisiran yang menjadi lokasi penelitian terdiri dari tiga pantai kawasan konservasi yang berada diantara dua sungai yakni Sungai Progo dan Sungai Winongo dan menjadi pantai yang dibuka sebagai kawasan wisata. Ketiga pantai kawasan konservasi tersebut adalah Pantai Baru, Pantai Goa Cemara, dan Pantai Samas. Kegiatan pengembangan wisata di ketiga pantai tersebut dikhawatirkan memiliki pengaruh kerusakan lingkungan yang berdampak pada kelestarian lingkungan dan habitat penyu di sekitarnya. Penelitian bertujuan untuk mengkaji jenis dan tingkat kerusakan komponen lingkungan pada habitat penyu akibat aktivitas pengembangan pariwisata ditinjau dari aspek abiotik, biotik, dan culture serta merumuskan strategi dan kebijakan pengelolaan lingkungan untuk menjaga kelestarian habitat penyu di wilayah kepesisiran Kabupaten Bantul. Metode yang digunakan dalam penelitan ini terdiri dari metode analisis deskriptif untuk menentukan dan menjelaskan kondisi lingkungan. Metode penilaian/skoring tingkat kerusakan lingkungan habitat penyu pada setiap variabel dengan 2 tipe yaitu bernilai 1 sampi 3 dan bernilai 1 sampai 5. Variabel-variabel untuk tingkat kerusakan dengan berdasarkan ketiga komponen lingkungan yang terdiri dari komponen abiotik, biotik, dan culture. Variabel tingkat kerusakan dari komponen abiotik terdiri dari erosi (abrasi pantai), lebar pantai, dan kemiringan pantai. Variabel tingkat kerusakan dari komponen biotik yaitu vegetasi dan ancaman predator alami. Variabel tingkat kerusakan dari komponen culture terdiri dari aktivitas pengembangan pariwisata pantai. Analisis yang dilakukan untuk menentukan strategi pengelolaan lingkungan yaitu dengan analisis sebab akibat. Jenis dan tingkat kerusakan lingkungan habitat penyu yang terjadi di ketiga kawasan konservasi kepesisiran Kabupaten Bantul sangat beragam. Namun faktor-faktor yang cenderung mendominasi terjadikan kerusakan lingkungan diakibatkan oleh faktor alam yang tidak dapat sepenuhnya dihindarkan oleh manusia sebagai pengelola kawasan konservasi. Adapun upaya yang dilakukan agar kerusakan lingkungan habitat penyu akibat alam tidak bertamba parah adalah dengan meminimalisir dampak kerusakan akibat aktivitas pengembangan pariwisata yang berada di kawasan konservasi. Adapun kerusakan lingkungan akibat aktivitas pengembangan pariwisata yang berpotensi mengganggu habitat penyu adalah kegiatan perkemahan, pemukiman penduduk, atraksi buatan, dan pembangunan bangunan penunjang wisata yang berada dekat dengan pesisir. Strategi dan kebijakan pengelolaan habitat penyu diuraikan dan dibuat berdasarkan prinsip sebab akibat terhadap suatu dampak kerusakan lingkungan habitat penyu yang terjadi di kawasan konservasi penyu kepesisiran Kabupaten Bantul.
The coast of Bantul Regency, D.I.Yogyakarta, has a rich biodiversity as a turtles habitat, one of which is the Lekang turtle. Turtles are protected wildlife and their existence is starting to be threatened due to human activities. The coastline which is the location of the study consists of three beaches in a conservation area located between two rivers, namely the Progo River and the Winongo River and became a beach that was opened as a tourist area. The three beaches of the conservation area are Baru Beach, Goa Cemara Beach, and Samas Beach. It is worried that tourism development activities on the three beaches will have an impact on environmental damage that has an impact on the preservation of the environment and the turtle habitat in the vicinity. The research aims to examine the type and level of damage to environmental components in turtle habitats due to tourism development activities in terms of abiotic, biotic, and cultural aspects and to formulate environmental management strategies and policies to preserve turtle habitat in the coastal area of Bantul Regency. The method used in this research consists of descriptive analysis method to determine and explain environmental conditions. Methods for assessing/scoring the level of environmental damage to turtle habitats on each variable with 2 types, namely 1 to 3 and 1 to 5. The variables for the level of damage are based on the three environmental components consisting of abiotic, biotic, and culture components. The variable level of damage from abiotic components consists of erosion (coastal abrasion), beach width, and beach slope. Variable level of damage from biotic components, namely vegetation and the threat of natural predators. The variable level of damage from the culture component consists of coastal tourism development activities. The analysis is carried out to determine the environmental management strategy, namely the cause-and-effect analysis. The types and levels of environmental damage to turtle habitats that occur in the three coastal conservation areas of Bantul Regency are very diverse. However, the factors that tend to dominate the occurrence of environmental damage are caused by natural factors that cannot be completely avoided by humans as managers of conservation areas. The efforts made so that environmental damage to turtle habitats due to nature does not get worse is to minimize the impact of damage due to tourism development activities located in conservation areas. The environmental damage due to tourism development activities that have the potential to disrupt turtle habitats are camp activities, residential areas, artificial attractions, and the construction of tourism supporting buildings located close to the coast. Strategies and policies for turtle habitat management are described and made based on the principle of cause and effect on an impact of environmental damage to turtle habitats that occurs in the coastal turtle conservation area of Bantul Regency.
Kata Kunci : kerusakan lingkungan, habitat penyu, pesisir Kabupaten Bantul, pengembangan pariwisata.