Laporkan Masalah

ANALISIS VALUASI NILAI INTRINSIK SAHAM PT INDONESIA POWER DENGAN METODE DISCOUNTED CASH FLOW, FREE CASH FLOW TO EQUITY, FREE CASH FLOW TO FIRM DAN DIVIDEND DISCOUNT MODEL

HENYSYAH PUTRI, Sumiyana, Dr., M.Si., Ak., C.A

2021 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)

Bisnis pengembangan pembangkit dan pencapaian bauran energi nasional dengan target Energi Baru Terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025 yang dilakukan oleh PT Indonesia Power tentunya memerlukan pendanaan. Saat ini, PT Indonesia Power tidak mempunyai pinjaman bank dan hanya mengandalkan dukungan pendanaan dari induk perusahaan yaitu PT PLN (Persero). Salah satu alternatif pendanaan yang dapat dilakukan adalah melakukan penerbitan saham baru.Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisis rasio keuangan PT Indonesia Power, menentukan nilai intrinsik saham PT Indonesia Power, dan memberikan rekomendasi langkah strategis yang dapat dilakukan oleh PT Indonesia Power. Analisis rasio keuangan dilakukan dengan menghitung rasio keuangan PT Indonesia Power dan membandingkan dengan rata-rata industry sejenis dan perusahaan benchmark. Selanjutnya membahas tentang pendanaan via Initial Public Offering (IPO) dan fenomena Initial Public Offering (IPO) anak perusahaan BUMN. Valuasi nilai intrinsik saham PT Indonesia Power menggunakan model Discounted Cash Flow (DCF), Free Cash Flow to Equity (FCFE), Free Cash Flow to Firm (FCFF), dan Dividend Discount Model (DDM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rasio keuangan PT Indonesia Power yaitu rasio likuiditas dan rasio solvabilitas selalu lebih baik dari rata-rata industri, namun rasio profitabilitas pada 4 tahun awal yaitu tahun 2016 hingga 2019 cenderung belum menunjukkan hasil yang maksimal dan menunjukkan perbaikan pada tahun 2020. Nilai value per share PT Indonesia Power yang dihitung dengan metode DCF dengan proyeksi dari tahun 2021 hingga tahun 2025 berkisar di harga Rp17.284,- hingga Rp21.932,- , dengan metode FCFE dengan proyeksi dari tahun 2021 hingga tahun 2025 berkisar di harga Rp4.919,- hingga Rp6.310,-, metode FCFF dengan proyeksi dari tahun 2021 hingga tahun 2025 berkisar di harga Rp7.576,- hingga Rp11.070,-, dengan metode DDM dengan proyeksi dari tahun 2021 hingga tahun 2025 berkisar di harga Rp10.086,- hingga Rp10.338,-. Dari tahun 2021 hingga tahun 2025 harganya cenderung menurun yang diakibatkan karena adanya ketidakpastian atau uncertainty pada kondisi perekonomian perusahaan dan Indonesia pada 5 tahun ke depan. Jika dilihat dari analisis rasio keuangan perusahaan dan hasil perhitungan value per share dengan 4 metode perhitungan, sumber pendanaan eksternal via Initial Public Offering (IPO) dapat direkomendasikan untuk PT Indonesia Power.

The power plant development business and the achievement of the national energy mix with the New Renewable Energy target of 23% by 2025 carried out by PT Indonesia Power certainly require funding. Currently, PT Indonesia Power does not have bank loans and only relies on funding support from its parent company, PT PLN (Persero). One alternative funding that can be done is to issue new shares. The purpose of this study is to analyze the financial ratios of PT Indonesia Power, determine the intrinsic value of the shares of PT Indonesia Power, and provide recommendations for strategic steps that can be taken by PT Indonesia Power. Financial ratio analysis is carried out by calculating the financial ratios of PT Indonesia Power and comparing it with the average of similar industries and benchmark companie. Next, it discusses funding via Initial Public Offering (IPO) and the phenomenon of Initial Public Offering (IPO) of BUMN subsidiaries. The valuation of the intrinsic value of PT Indonesia Power shares uses the model Discounted Cash Flow (DCF), Free Cash Flow to Equity (FCFE), Free Cash Flow to Firm (FCFF), and the Dividend Discount Model (DDM). The results show that the value of PT Indonesia Power's financial ratios, namely the liquidity ratio and solvency ratio, is always better than the industry average, but the profitability ratio in the first 4 years, namely 2016 to 2019 tends to have not shown maximum results and shows improvement in 2020. The value per share of PT Indonesia Power calculated using the DCF method with projections from 2021 to 2025 ranges from Rp17,284, - to Rp21,932, - , with the FCFE method with projections from 2021 to 2025 ranging from Rp4,919, - up to Rp6,310,-, FCFF method with projections from 2021 to 2025 ranging from Rp7,576 to Rp11,070,-, with the DDM method with projections from 2021 to 2025 ranging from Rp10,086 to Rp10.338,-. From 2021 to 2025 the price tends to decrease due to uncertainty in the economic conditions of the company and Indonesia in the next 5 years. When viewed from the analysis of the company's financial ratios and the results of the calculation of value per share with 4 calculation methods, external funding sources via Initial Public Offering (IPO) can be recommended for PT Indonesia Power.

Kata Kunci : Financial Ratio Analysis, Initial Public Offering, Intrinsic Stock Value, Discounted Cash Flow (DCF), Free Cash Flow to Equity (FCFE), Free Cash Flow to Firm (FCFF), and Dividend Discount Model (DDM).

  1. S2-2021-452703-abstract.pdf  
  2. S2-2021-452703-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-452703-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-452703-title.pdf