PENGARUH LAMA DAN KONDISI RUANG SIMPAN TERHADAP VIABILITAS BENIH KESAMBI ( Schleichera oleosa )
RIFAI HAFlDZ ROHMAN, Ir. Suginingsih, M.P.
2004 | Skripsi | S1 KEHUTANANBenih merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam kegiatan penanaman yang harus dijaga ketersediaannya. Pohon mempunyai variasi musim berbuah yang berbeda-beda di mana kemasakan buahl biji terkadang tidak bersamaan dengan musim tanam, sehingga untuk menjaga ketersediaannya diperlukan penyimpanan. Sebagai contoh adalah kesambi yang berbuah pada buIan Maret April dan diduga termasuk dalam benih recalcitrant, sehingga perlu dicari kondisi simpan yang sesuai untuk memperlambat laju deteriorasi benih. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh lama simpan, kondisi ruang simpan dan asal benih (asal pohon induk) terhadap viabilitas benih kesambi yang disimpan sampai jangka waktu 12 minggu. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan pola faktorial 4 x.7 x 6 terdiri dari 4 asal benih (asal pohon induk) yaitu Probolinggo,Mantingan, Blitar dan Kebonharjo dengan 7 tingkat lama simpan meliputi kontrol (tanpa disimpan), 2, 4, 6, 8, 10 dan 12 minggu serta 6 macam kondisi ruang simpan yang berbeda yaitu DeS 1 (t: _5° C, RH: 70%), DeS 2 (t: 0° C, RH: 90%), Des 3 (t: 15° C, RH: 99%), Soon Kamar (t: 29,7,)0 C,RH: 69%), RuangAC (t: 23,5° C, RH: 77%), Refrigerator (t: 5° C, RH: 95,5%). Selanjutnya dilakukan ujiperkecambahan dati benih yang telah disirnpan kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan analisis of varians. Apabila terdapat hasil yang berbeda nyata dilakukan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan viabilitas benih yang nyatadi antara keempat asal benih kesambi di atas.. Lama simpan berpengaruh sangat hyata terhadap viabilitas benih kesambi di mana semakin lama benih disimpan akan semakinmenurun viabilitasnya. Kondisi ruang simpan yang paling baik adalah ruang AC (t: 23,5° C, RH: 77%), di mana setelah penyimpanan selama 12 minggu benih masih mempunyai viabilitas 25,56% dari rata-rata viabilitas awal 53,33% sedangkan yang paling buruk adalah DeS 1 (t:-5° C, RH: 70%) dengan viabilitas setelah penyimpanan 12 minggu sebesar 16,69%. Katakunci: benih, kesambi~ penyimpanan, viabilitas
Kata Kunci : benih, kesambi, penyimpanan, viabilitas