Laporkan Masalah

PALATABILITAS HYDROPONIC FODDER JAGUNG DAN KACANG HIJAU SEGAR DAN KERING UNTUK PAKAN KELINCI

ANNA ERISA UTAMI, Prof. Dr. Ir. Nono Ngadiyono., MS., IPM., ASEAN Eng.; Ir. Panjono, S.Pt., Ph.D

2021 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui palatabilitas dari hydroponic fodder kacang hijau dan jagung kering udara dan segar sebagai bahan pakan kelinci. Penelitian menggunakan Kelinci Rex jantan lepas sapih sebanyak 12 ekor. Kelinci dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok 1 diberi hydroponic fodder jagung segar dan kering, kelompok 2 diberi hydroponic fodder kacang hijau segar dan kering, kelompok 3 hydroponic fodder jagung dan kacang hijau segar, dan kelompok 4 hydroponic fodder diberi jagung dan kacang hijau kering. Pemberian pakan secara free choice feeding. Kelinci dipelihara di dalam kandang individu dan pengambilan data dilakukan selama 2 minggu. Data yang diambil meliputi palatabilitas dan kecukupan nutrien. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan one way analysis of variance, jika ada perbedaan dilanjutkan dengan Duncan New Multiple Range Test. Total konsumsi bahan kering (BK) kelompok 1, 2, 3, dan 4 berturut-turut adalah27,72±4,83, 41,46±10,27, 39,62±9,64, dan 29,23±4,72 g/ekor/hari. Konsumsi BK kelompok 1, 2, 3, dan 4 berbeda tidak nyata. Total konsumsi protein kasar (PK) dan energi kelompok 1, 2, 3, dan 4 beruturut-turut adalah 2,50±0,43, 13,27±3,29, 7,40±2,92, dan 5,12±1,49 %BK serta 345,93±120,97, 513,67±13,99, 493,97±135,13, dan 364,54±68,90 Kcal/g BK. Konsumsi PK dan energi kelompok 2 lebih tinggi dibandingkan kelompok 1, 3, dan 4. Kebutuhan BK (%BB) semua kelompok erpenuhi, tetapi kebutuhan PK semua kelompok tidak terpenuhi kecuali kelompok 2 dan kebutuhan energi semua kelompok tidak terpenuhi. Disimpulkan bahwa, hydroponic fodder dengan perbedaan bahan pakan dan pengeringan tidak berpengaruh pada palatabilitas. Namun demikian, pemberian hydroponic fodder kacang hijau segar dan kering telah memenuhi kecukupan protein kasar kelinci.

This study was aimed to observe the palatability of fresh and dried maize and mung bean hydroponic fodder for rabbit feedstuff. The study used 12 male weaning Rex rabbits. The animals were divided into four groups, i.e. Group 1 were given fresh and dried maize, Group 2 were given fresh and dried mung bean, group 3 were given fresh mung bean and maize, and group 4 were given dried mung bean and maize. Palatability was observed using free choice feeding. The rabbits kept in individual cages and data collection was carried out for 2 weeks. The collected data included feed intake and nutrient adequacy. The data was analyzed using One Way Analysis of Variance, and continued with the Duncan New Multiple Range Test. Total dry matter (DM) intake of group 1, 2, 3, and 4 were 27,72±4,83, 41,46±10,27, 39,62±9,64, and 29,23±4,72 g/head/day, respectively. There was no significant difference DM intake among them. Total crude protein (CP) and energy intake group 1, 2, 3, and 4 were 2,50±0,43, 13,27±3,29, 7,40±2,92, and 5,12±1,49 %DM, and 345,93±120,97, 513,67±13,99, 493,97±135,13, and 364,54±68,90 Kcal/g DM. Total CP and energy intake of group 2 was higher (P<0,05) than those group 1, 3, and 4. DM requirements (% BW) for all groups were fulfilled, however CP requirements for all groups were not fulfilled in exception group 2. Energy requirements for all groups were not fulfilled. It is concluded that drying and feed stuff doesn't affect the palatability of hydroponic fodder. Nevertheless, mung bean hydroponic fodder feeding fulfill crude protein requirements of rabbits.

Kata Kunci : Kelinci Rex, Hydroponic fodder, Jagung, Kacang hijau,Pengeringan, Palatabilitas.

  1. S1-2021-409738-abstract.pdf  
  2. S1-2021-409738-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-409738-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-409738-title.pdf