PENGARUH ESSENTIAL OIL PALA (Myristica fragrans H.) DALAM RANSUM SEBAGAI ADITIF PAKAN TERHADAP KECERNAAN NUTRIEN IN VITRO
ACHMAD EZAR ABDILLAH, Prof. Dr. Ir. Lies Mira Yusiati, SU., IPU., ASEAN Eng. ; Dr. Ir. Asih Kurniawati., S.Pt., M.Si., IPM.
2021 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan essential oil pala (Myristica fragrans Houtt.) dalam ransum sebagai aditif pakan terhadap kecernaan nutrien secara in vitro. Penelitian diawali dengan menganalisis kandungan total fenol dan komponen senyawa bioaktif penyusun essential oil pala. Perlakuan terdiri dari tanpa penambahan minyak pala (kontrol) dan penambahan minyak pala dengan kadar 100 µL/L, dan 200 µL/L. Substrat pakan terdiri atas rumput raja sebagai hijauan dan konsentrat yang terbuat dari campuran (kleci, kulit singkong, kulit kacang, wheat bran, bungkil sawit, bungkil kopra, menir, jagung kering, bekatul, onggok, gaplek, corn gluten feed, garam, mineral, dan tetes tebu) dengan perbandingan 60:40 dengan ulangan 3 batch fermentasi. Fermentasi rumen secara in vitro dilakukan dengan metode kecernaan dua tahap Tilley and Terry (1963). Parameter yang diamati adalah kecernaan bahan kering (KcBK), kecernaan bahan organik (KcBO), kecernaan protein kasar (KcPK), dan kecernaan serat kasar (KcSK) inkubasi 48 jam dan 96 jam secara in vitro (Tilley and Terry, 1963). Data yang diperoleh dianalisis variansi pola searah, dan dilanjutkan dengan uji Duncan's New Multiple Range Test (DMRT) bila berbeda nyata karena perlakuan. Hasil pra-penelitian menunjukkan bahwa kandungan total fenol essential oil pala sebesar 24,72% dengan komponen aktif utama yaitu kelompok alkena dan alkohol dengan gugus fungsional OH (senyawa alkoholik) dan ikatan rangkap dua (-ena). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan essential oil pala pada kadar 100 dan 200µL/L tidak berpengaruh secara nyata (P>0,05) terhadap kecernaan bahan kering, bahan organik dan serat kasar tetapi menurunkan (P<0,05) kecernaan protein kasar inkubasi 48 jam dan meningkatkan kecernaan protein kasar pada inkubasi 96 jam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengaruh penggunaan essential oil pala dapat menurunkan kecernaan protein kasar pada inkubasi 48 jam dan meningkatkan kecernaan total protein kasar pada injubasi 96 jam tanpa memberikan pengaruh negeatif terhadap parameter kecernaan total fraksi nutrien yang lainnya (bahan kering, bahan organik dan serat kasar).
This study aims to find out the effect of the use of nutmeg essential oil (Myristica fragrans Houtt.) in rations as a feed on in vitro nutrient digestibility. The study began with an analys total phenolics and bioactive component of nutmeg essential oil using gas chromatography-mass spectrometry (GCMS). This study was consisted of the diet without the addition of nutmeg essential oil as control and the addition of nutmeg essential oil with levels of 100µL/L, and 200µL/L. Feed substrate consisted of king grass as forage and concentrate made from mixtures (kleci, kulit singkong, kulit kacang, wheat bran, bungkil sawit, bungkil kopra, menir, jagung kering, bekatul, onggok, gaplek, corn gluten feed, garam, minerals, and tetes tebu) with a ratio of 60:40 with a replications of 3 batch fermentations. Fermentation was carried out by in vitro two stage tehcnique Tilley and Terry (1963). The parameters were dry matter digestibility (DMD), organic matter digestibility (OMD), crude protein digestibility (CPD), and crude fiber digestibility (CFD) incubated in 48 hours and 96 hours (Tilley and Terry, 1963). Data obtained were analyzed using one way analysis of varince, and continued by DMRT. The result of this pre-study showed that the total content of phenol nutmeg essential oil was 24.72% with the main active components being the alkene and alcohol groups with oh functional groups (alcoholic compounds) and double bonds (-ena). The results showed that the use of nutmeg esseential oil at levels 100µL/L and 200µL/L did not affect (P>0.05) on DMD, OMD and CFD but significantly (P<0,05) decreased rumen crude protein digestibility in incubation 48h and increased crude protein digestibility in incubation 96h. The conclusion of this study is that the effect of the use of nutmeg essential oil can reduce the rumen CPD in incubation 48h and increase total CPD in incubation 96h without giving negative effects on DMD, OMD and CFD.
Kata Kunci : aditif pakan, essential oil, pala, komponen senyawa bioaktif penyusun EO pala, kecernaan in vitro dua tahap