Laporkan Masalah

VARIASI SIFAT KIMIA PADA ARAH AKSIAL DAN RADIAL KAYU MINDI (Melia azedarach L) DARI HUTAN RAKYAT KABUPATEN BANTUL

ANDRI SETYAWAN, Prof. Dr. Soenardi Prawirohatmodjo

2004 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Keterbatasan bahan baku dari hutan alam untuk industri perkayuan dapat diatasi dengan efisiensi penggunaan dan pemanfaatan kayu dari sektor lain, salall saulnya dan sektor Illltan rakyat. Sifat kimia kayu menlpakan Sllatu sifat yang paling dasar dari suatu jenis kayu. Infonnasi sifat tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai dasar atau langkall pertmna dalatn petnilillan penggunaan kayu mindi secara tepat dan optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat kimia kayu mindi yang tunbuh di Bantul serta mengetahui pengaruh kedudukan aksial dan radial batang terhadap terhadap sifat kinia kayu mindi tersebut. Metode penelitillil yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan sub sampel yang disusun secara faktorial de~gan dua faktor perlakuan dan jumlah sampel yang sarna. Dna faktor tersebut adafah kedudukan aksial dan kedudukan radial yang akan dianalisis dengan uji F dan uji lanjut HSD untuk mengetahui faktor-faktor mana yang mernberikan petlgaruh nyata. Kedudukan aksial meliputi pangkal, tengah, dan ujung sedangkan kedudukan radial meliputi teras dan gubal. Pengujian analisis kimia kayu rnengikuti An1erican SocietjJ for Testing and Material (ASTM). Dari hasil pengujian analisis kilnia kayu Inindi didapatkan llasil sebagai berikut, yaitu. : untuk rerata nilai kadar air kering angin 11,617%. Nilai rerata kadar ekstraktif lamt air dingin2,089% untuk ekstraktif lamt. air panas sebesar 5,019% dan untuk rerata nilai kadar ekstraktif lamt alkohol-benzen sebesar 3,040%. Nilai rerata holoselulosa sebesar 76,374% sedangkan alfa selulosa sebesar 49,088%. Nilai rerata pentosan sebesar 16,665% sedangkan lignin sebesar 31,279% dan kadar abu sebesar 0,036%. Posisi aksial memberikan perbedaan yang nyata pada kadar ekstraktif air dingin dan ekstraktif air panas. Posisi radial Inetnberikan perbedaan yang nyata pada ekstraktifair dingin, ekstraktifair panas, ekstraktif alkohol-benzen, holoselulosa, alfa selulosa~ lignin dan kadar abu. Interaksi antara posisi aksial dan radial berbeda nyata pada ekstraktifair dingin. Kata kunci : Kayu mindi, kedudukan aksial dan radial, ekstraktif air dingin, ekstraktif air p3.t~as, ekstra..1<:tif alkohol-beI1Zen, holoselulosa,alfa selulosa, pentosan, lignin, dan abu.

Kata Kunci : Kayu mindi, kedudukan aksial dan radial, ekstraktif air dingin, ekstraktif air panas, ,alfa selulosa, pentosan, lignin, dan abu.

  1. S1-2004-113605_ABSTRACT.pdf  
  2. S1-2004-113605_BIBLIOGRAPHY.pdf  
  3. S1-2004-113605_TABLE_OF_CONTENT.pdf  
  4. S1-2004-113605_TITLE.pdf