Laporkan Masalah

PENGARUH BESAR DAN LAMA TEKANAN PADA PROSES PENGAWETAN KAYU SENGON BUTO DENGAN LENTREK 400 EC TERHADAP KEKUATAN KAYUNYA

FAJAR MAHARDIKA, Dr. Ir. Sutjipto A. Hadikusumo

2003 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Pengawetan kayu adalah proses memasukkan bahan kimia kedalam kayu, yaitu bahan yang bersifat raeun terhadap organisme perusak kayu untuk melindungi kayu agar diperoleh masa (umur) pakai yang lebih lama. Proses pengawetan kayu dengan tekanan merupakan salah satu proses pengawetan yang dapat menghasilkan penetrasi dan aborbsi yang dapat diatur sedemikian rupa sehingga mampu tereapai tujuan dari pengawetan. Penggunaan proses pengawetan tekanan pada kayu - kayu berkekuatan rendah akan dapat mengurangi kekuatan mekanika pada kayu tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari besar dan lama tekanan terhadap kekuatan mekanika (keteguhan lengkung statik dan keteguhan tekan sejajar serat) kayu Sengon buto. Penelitian ini menggunakan raneangan acak lengkap yang disusun seeara faktorial dengan 3 faktor yaitu besar tekanan (5 atm, 7 ~ atm, dan 10 atm), lama tekanan (1 jam, 2 jam, dan 3 jam) dan jenis sortimen (ukuran sortimen A yaitu 4 x 5 x 82 em dan ukuran sortimen B yaitu 5 x 7 x 96 em). Sedangakan parameter yang diuji adalah penetrasi, keteguhan lengkUng statik, dan ketegUhan tekan sejajar serat. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa faktor besar dan lama tekanan memberikan pengaruh yang nyata terhadap peningkatan penetrasi larutan bahan pengawet. Nilai penetrasi rata - rata terbesar dieapai pada lama pengawetan 3 jam dengan tekanan 10 atm yaitu 2,16 em untuk sortimen A dan 2,18 em untuk sortimen B. Nilai modulus patah rata - rata terhesar diperoleh pada lama pengawetan 1jam dengan tekanan 5 atm, yaitu 262 kg/em2 pada sortimen A dan 281 kg/em2 pada sortimen B. Nilai keteguhan lengkung pada hatas proporsi terbesar diperoleh pada lama pengawetan 1 jam dengan tekanan 5 atm, yaitu 163 kg/em2 pada sortimen A dan 159 kg/em2 pada sortimen B. Nilai keteguhan tekan sejajar serat terhesar diperoleh pada lama pengawetan 1 jam dengan tekanan 5 atm, yaitu 151 kg/em2 pada sortimen A dan 167 kg/em2 pada sortimen B. Jika dibandingkan dengan sortimen kontrol yang tidak mengalami perlakuan pengawetan, untuk uji modulus patah, keteguhan Iengkung pada batas proporsi, dan modulus elastisitas pada sortimen A mengalami rata - rata penurun kekuatan hingga meneapai 54,76 % atau lebih besar dibandingkan dengan sortimen B yaitu sebesar 28,89 %. Sedangkan pada uji keteguhan tekan sejajar serat rata - rata penurunan kekuatan pada sortimen A yaitu 13,94 % atau Iebih keeil dibandingkan dengan rata - rata penurunan pada sortimen B yaitu sebesar 25,54 %. Semakin meningkat besar tekanan dan lama pengawetan akan semakin mangurangi kekuatan mekanika dan kayu Sengon buto secara signifikan.

Kata Kunci : pengawetan tekanan, sortimen, retensi, penetrasi.

  1. S1-2003-120786_ABSTRACT.pdf  
  2. S1-2003-120786_BIBLIOGRAPHY.pdf  
  3. S1-2003-120786_TABLE_OF_CONTENT.pdf  
  4. S1-2003-120786_TITLE.pdf