KAJIAN REHABILITASI LAHAN BEKAS TAMBANG FELDSPAR SEBAGAI UPAYA PEMULIHAN FUNGSI LAHAN (Studi Kasus di Lahan Rehabilitasi Bekas Tambang Feldspar di Banjamegara, Jawa Tengah)
YUYUN IDHA CHRISTANTO, Ir. Ambar Kusumandari, M. E. S.
2004 | Skripsi | S1 KEHUTANANH"ehabilitasi lahan merupakan langkah penting dalam upaya pemulihan fungsi lahan. BP2TP DAS Surakarta merupakan instansi di bawah Departemen Kchutanan yang melakukan rehabilitasi lahan bekas tambang feldspar di Banjarnegara mulai tahun 2000 dengan menerapkan teknik konservasi. Pola persiapan lahan diterapkan dengan cara membagi 2 (dua) lahan yang berbeda karakteristik yaitu dengan dibiarkan tanpa ditimbun tanah (Bt) dan lahan dengan ditimbun tanah (C). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perhedaan lahan bekas tambang tersebut, dilihat dari tanggapan atau respon pertumbuhan tanaman pokok Jati ( Teetona grandis ) dan Mahoni ( Swietenia macrophylla ). Faktor keberhasilan tanaman yang terdiri dari 1) Perkembangan meninggi dan membesar 2) Angka kematian tanaman, 3) Kesegaran tanaman dan 4) U,nur tanaman/daya tahan tanaman merupakan parameter untuk mengetahui respon tanaman pokok Jati dan Mahoni. Penelitian ini menggunakan metode RCBD (Randomized Completely BlokDesign) dengan kedua lahan sebagai blok (Slok) dan penggunaan media arang sekam (S), pupuk organik (B) dan kontrol (K) sebagai perlakuan dengan 3 kali ulangan. Peran serta analisis sifat kimia tanah digunakan sebagai faktor pendukung pertumbuhan tanaman pokok. Dari analisis penelitian pada lahan rehabilitasi bekas tambang feldspar di Banjarnegara didapatkan hasil sebagai berikut : a. Pertumbuhan tinggi dan diameter tanaman Jati dan Mahoni tidak dipengaruhi oleh perlakuan (kontrol, arang sekam dan pupuk organik) yang diterapkan, tetapi lebih dipengaruhi oleh penggunaan lahan. b. Pertumbuhan tanaman Jati dan Mahoni pada lahan campuran (C) memiliki persentase kematian relatifkecil yang berkisar 1,11 % dan 2,22 %. Berbeda pada lahan Batuan (Bt), pertumbuhan tanaman Jati dan Mahoni cenderung lambat dan kurang mendukung pertumbuhannya yang mencapai 8,89 % dan 15,55 %. c. Karakteristik tanaman Jati dan Mahoni pada lahan campuran (C) secara deskriptif mampu menunjukkan gambaran pertumbuhan yang baik di banding lahan batuan (Bt) d. Daya tahan tanaman Jati dan Mahoni lebih adaptifpada lahan campuran (C) di banding lahan batuan (Bt) e. Kandungan sifat kimia (pH, N, P, K) pada lahan bekas tambang tergolong rendah sampai sangat rendah, sehingga keberadaan unsur kimia tersebut belum optimal mendukung pertumbuhan tanaman Jati dan Mahoni. Kata kunci : Rehabilitasi lahan, teknik konservasi, tambangfeldspar.
Kata Kunci : Rehabilitasi lahan, teknik konservasi, tambang feldspar.