Laporkan Masalah

PEMANTAUAN PERUBAHAN LIPUTAN LAHAN DENGAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI GEOGRAFI DAN DATA PENGENDERAAN JAUH (Studi Kasus, KPH Cepu, Perum Perhutani Unit 1 Jawa Tengah )

Ronggo Bayu Widodo, Dr. Ir. Zainuddin Fanani, M.Sc.

2004 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Sistem informasi geografi dan data penginderaan jauh (PJ) mempunyai beberapa manfaat. Salah satu manfaat tersebut adalah bahwa sistem informasi geografi dan data penginderaan jauh dapat digunakan untuk memantau perubahan liputan lahan. Hal ini dapat dijadikan sebagai masukan dalam pengelolaan hutan menuju hutan lestari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post Classification Change Detection. Metode ini menggunakan dua citra satelit multi-waktu (multitemporal). Masing-masing citra satelit diklasifikasi yang hasilnya kemudian ditumpangsusunkan sehingga perubahan liputan lahan dapat dideteksi dan diidentifikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeteksi dan mengidentifikasi perubahan kelas hutan pada areal hutan KPH Cepu. Dalam penelitian ini digunakan dua data digital citra sat~lit multi-waktu yaitu citra Landsat TM liputan 1996 dan citra Landsat 7 ETM+ liputan 9 september 2000. Proses klasifikasi dilakukan dengan klasifikasi terselia (supervised classification) dengan algoritma maximum likelihood. HasH klasifikasi ditumpangsusunkan dengan metode analisis map crossing sehingga menghasilkan peta dan tabel perubahan kelas hutan areal hutan KPH Cepu selama kurun waktu 1996 -2000. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa selama kurun waktu 1996 - 2000 telah terjadi perubahan kelas hutan pada areal hutan KPH Cepu. Peningkatan kelas hutan terjadi pada KU Muda menjadi KU Sedang 38,47%, KU Sedang menjadi KU Tua 2,89%, KU Tua menjadi KU Muda 35,86%, TJBK menjadi KU Muda 29,81 %, TK m~njadi KU Muda 13,85%, dan TJKL menjadi KU Muda 23,31%. Persentase Iuas kelas hutan yang tidak mengalami perubahan adalah : KU Muda 45,21%, KU Sedang 49,01%, KU Tua 7,55%, TJBK 33,26%, TK 12,37%, dan TJKL 32,76%. Penurunan kelas hutan terjadi pada KU Muda menjadi TJBK 9,22%, KU Muda menjadi TK 1,56%, KU Sedang menjadi TJBK 21,29% , KU Sedang menjadi TK 2,56%, KU Tua menjadi TJBK 2,64%, KU Tua menjadi TK 0,40%, TJBK menjadi TK 2,38%, dan TJKL mnjadi TK 5,96%. Akurasi hasH klasifikasi citra tahun 1996 diperoleh sebesar 91,53% dan 97,55% untuk hasil klasifikasi citra tahun 2000. Akurasi tumpangsusun dua peta hasH klasifikasi untuk analisis perubahan kelas hutan sebesar 91 ,53% x 97,55% =89,30%.

Kata Kunci : Sistem informasi Geografi dan data PJ, Kelas hutan, Perubahan

  1. S1-2004-113815_ABSTRACT.pdf  
  2. S1-2004-113815_BIBLIOGRAPHY.pdf  
  3. S1-2004-113815_TABLE_OF_CONTENT.pdf  
  4. S1-2004-113815_TITLE.pdf