Laporkan Masalah

ASOSIASI INTERSPESIFIK DAN KELIMPAHAN TUMBUHAN BAWAH BERKHASIAT OBAT DI DATARAN TINGGI DIENG

SUSI ABDIYANI , Ir. Supriyadi, M. For. Sc

2003 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Hutan tropika Indonesia merupakan komunitas yang paling kaya dalam hal keanekaragaman spesies tumbuhan di dunia. Salah satunya adalah keanekaragaman tumbuhan obat. Dataran Tinggi Dieng merupakan salah satu ekosistem yang berupa hutan pegunungan dan kondisinya semakin hari makin mengkhawatirkan. Hutan di Dataran Tinggi Dieng mempunyai fungsi konservasi yang tidak sedikit untuk daerah di bawahnya. Agar kawasan ini berfungsi dengan baik, diperlukan berbagai kegiatan yang menunjang upayakonservasi kawasan tersebut. Salah satunya adalah penelitian asosiasi interspesifik dan kelimpahan< tumbuhan bawah berkhasiat obat untuk mengetahui dan mempelajari asosiasi interspesifik dan kelimpahan tumbuhan obat yang ada di kawasan tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan informasi dan pertimbangan baik oleh pengelola maupun masyarakat sekitar kawasan dalam mewujudkan kelestarian ekosistem yang ada di kawasan tersebut, khususnya keanekaragaman tumbuhan obat danjugaupaya konservasinya baik secara ex-situ maupun in-situ. Metode yang digunakan adalah metode analisis vegetasi menggunakan petak ukur kuadrat dengan ukuran 1 m x 1 m. Prosedur penelitian meliputi pengambilan data, untuk kemudian dianalisis asosiasi interspesifiknya yaitu dengan melakukan uji asosiasi menggunakan tabel kontingensi 2 x 2 dan pengukuran kekuatan asosiasi dengan Indeks Ochiai, Indeks Dice dan Indeks Jaccard. Kelimpahan tumbuhan obat diukur dengan menghitung Indeks Nilai Penting masing-masingjenis. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 79 jenis tumbuhan bawah dan 58 di antaranya telah diketahui berkhasiat obat. Dari 79 jenis ini menghasilkan 3060 pasang asosiasi, yang terdiri atas 214 asosiasi nyata yang tersusun dari 78 pasang asosiasi positif dan 136 asosiasi negatif. Asosiasi positif maksimum terjadi pada pasangan Kemaduan (Pholidota chinensis) dan Galar kropong (Dryopteris moWs) dengan nilai indeks asosiasi 0,609. Sedangkan asosiasi negatif maksimum ditemukan pada pasangan Pakis jangan (Heterogoniumdan sagemoides) dengan Songketan(Pronephrium salicifolium) dengan nilai indeks asosiasi 0,098. Tumbuhan obat yang mempunyai kelimpahan paling tinggi adalah Tekelan (Eupatorium riparium) dengan INP 81,379 dan tumbuhan obat yang mempunyai kelimpahan terkecil adalah Pakis urang (Dryopteris pteroides) dan Sembung peper(Blumea balsamifera.) dengan INP 0,214.

Kata Kunci : tumbuhan bawah, tumbuhan obat, asosisi interspesifik dan kelimpahan

  1. S1-2003-121867_ABSTRACT.pdf  
  2. S1-2003-121867_BIBLIOGRAPHY.pdf  
  3. S1-2003-121867_TABLE_OF_CONTENT.pdf  
  4. S1-2003-121867_TITLE.pdf