EVALUASI JARINGAN JALAN HUTAN (Studi Kasus di RPH Kitren BKPH Punwantoro KPH Surakarta)
YUDI IS\VANTO, Dr. Ir. Nunuk Supriyatno, M. Sc
2004 | Skripsi | S1 KEHUTANANPeneHtian ini dilakukan di RPH Kit:ren, BKPH Purwantoro KPH Surakarta Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah yang merupakan kelas perusahaan pinus dengan potensi tegakan 178,68 m3/Ha. Penelitian ini hanya dilakukan pada basil produksi berupa potensi kayunya saja, tanpa menghimng potensi gelah pinus. Penelitian ini hertujuan untuk mengetahui karakteristik jaringan jalan angkutan di RPH Kitren dan untuk mengetahui optimalitasjaringan jalan angkutan yang telah dibuat, baik pada PWH untuk tujuan jangka panjang maupun pada PWH untuk tujuan eksploitasi dengan kondisi topografi yang sedemikian rupadi lokasi penelitian. Metode penelitian yang diterap);:an adalah mengumpulkan data primer melalui pengamatan dan pengukuran langsung di lapangan sertadata sekunder berdasarkan data-data di kantor RPH Kitren, kantor BKPH Purwantoro dan kantor KPH Surakarta atau dan hasil penelitian yang sudah ada. Kondisi topografi di RPH Kitren dapat diketahui dari peta kontur skala 1 : 25,000, Karakteristik jaringan jalan hutan di RPH Kitren digambarkan oleh beberapaparameter, yaitu kerapatan jalan(RD), spasi jalan (RS),jarak sarad rata-rata(MSD) dan persen pembukaan wilayah (E %), yang nilainya tergantung pada luas areal hutan dan panjang jalan yang telah dibuat. Optimalitas jaringan jalan angkutan dapat diketahui berdasarkan nilai kerapatafi jalan optimal (ORD) dan spasi jalan optimal (ORS), dengan memperhatikan potensi hutan, biaya pembuatan dan pemeliharaan jalan, biaya penyaradan dan faktor koreksi lapangan. Hasil pengamatan topografi di lapangan menunjukkan bahwa RPH Kitren mempunyai topograft dengan kelerengan yang bervariasi, dengan luas wilayah yang masuk dalam kategori datar adalah sebesar 6,61 %, areal dengan kategori landai sebesar 27,97 %, areal dengan topografi agak curamlbergelombang sebesar 31,09%, areal yang curam sebesar 19,44% dan areal dengan topografi sangat curam adalah sebesar 14,89 % dari totalluasRPH Kitren. Hasil perhitungan karakteristik jaringan jalan angkutan pada pWH untuk tujuan jangkapanjang yang berupa alurdan anak alurmempunyai RD = 25,63 rnIHa; RS = 390,17 m dan jarak sarad rata-rata teoritis (MSDt) = 97,54 m~ jarak sarad rata-rata terpendek (MSDp) = 165,08 m serta nitai E % = 59,17 %. Pada PWH untuk tujuan eksploitasi, mempunyai RD= 53,4m/Ha; RS= 187,26 m~jaraksarad rata-ratateoritis (MSDt) = 46,8 m~ jarak sarad rata-rata terpendek (MSDp) = 57,95 m; jarak sarad rata-rata lapangan (MSDr) = 62,32 m serta nitai E % = 81,3 %, dengan ORD = 29,5 mlHa dan ORS = 338,98 m. Secara umum, bila dilihat dati nitai E o/o-nya, distribusi dan tala letakjaringanjalan angkutan pada areal RPH Kitren adalah masih betum merata sertakurang menguntungkan. Sedangkan pada PWH untuk tujuan eksploitasi pada areal tebangan (petak sampel), n11ai E % menunjukkan distribusi jalan yang berupaalurdan jalan sogokan bisadikatakan sudah cukup rnerata.
Kata Kunci : Jaringan jalan hutan, pinus, KPH Surakarta