Laporkan Masalah

STUDI FENOMENOLOGI TERKAIT PENGALAMAN TRANSENDENTAL PADA PECANDU NARKOBA DI PONDOK REHABILITASI BERBASIS RITUAL KEAGAMAAN ISLAM

NENG WITA JUWITA AGUSTIN, Prof. Dr. Subandi, M.A, Ph.D.

2021 | Skripsi | S1 PSIKOLOGI

Kecenderungan penyalahgunaan Narkoba atau Napza yang meningkat setiap tahun menjadi ancaman yang cukup besar bagi kualitas penduduk suatu negara. Pengobatan untuk para pecandu memerlukan tindakan bersamaan dari aspek fisik, mental, emosi, dan spiritual untuk hasil yang maksimal. Rehabilitasi yang menyasar empat aspek tersebut dilakukan oleh Pondok Inabah dan Pondok Tetirah. Metode rehabilitasi yang mengutamakan praktik ibadah agama Islam ini terbukti mampu memberikan efek kesembuahn bagi para pecandu. Salah satu sisi menarik dan misterius dari proses rehabilitasi ini adalah munculnya pengalaman tak biasa. Pengalaman tak biasa tersebut berkaitan dengan perasaan spontan mendapati pertemuan dengan Tuhan. Penelitian ini mencoba menggali pengalaman tak biasa atau yang disebut pengalaman transendental yang dirasakan oleh pecandu narkoba saat mengikuti rehabilitasi dengan metode ibadah agama Islam seperti sholat, dzikir, dan puasa. Penelitian dilakukan pada tiga orang partisipan dengan menggali pengalamannya melalui sesi wawancara. Pendekatan fenomenologi digunakan untuk dapat memahami kejadian dari perspektif partisipan dengan lebih jelas. Analais data wawancara menggunakan kaidah-kaidah Modiefied Vaan Kaam yang dipopulerkan oleh Clark Moustakas. Hasil penelitian memperkuat pola-pola umum pengalaman kesadaran transendental yang telah diteliti sebelumnya. Adanya corak keagamaan yang kuat dari pengalaman transendental yang dirasakan oleh para partisipan ini memberikan variasi pengetahuan baru pada konsep pengalaman transendental. Pengalaman transendental memberikan dorongan lebih kepada partisipan untuk terlepas dari adiksi narkoba serta menjalani kehidupan dengan lebih baik.

The tendency of drug or drug abuse which is increasing every year is a big enough threat to the quality of the population of a country. Treatment for users requires concerted action from the physical, mental, emotional, and spiritual aspects for maximum results. The rehabilitation targeting these four aspects was carried out by Pondok Inabah and Pondok Tetirah. This rehabilitation method that prioritizes the practice of worshiping the Islamic religion is proven to be able to provide a healing effect for addicts. One of the interesting and mysterious sides of this rehabilitation process is the emergence of unusual experiences. This unusual experience relates to the spontaneous feeling of having an encounter with God. This study tries to explore unusual experiences or so-called transcendental experiences felt by drug addicts when attending rehabilitation with Islamic religious worship methods such as prayer, dhikr, and fasting. The study was conducted on three participants by exploring their experiences through interview sessions. A phenomenological approach is used to understand events from the participant's perspective more clearly. Analysis of interview data using Modified Vaan Kaam rules popularized by Clark Moustakas. The results of the study reinforce the general patterns of experience of transcendental consciousness that have been studied previously. The existence of a strong religious style of the transcendental experience felt by these participants provided a new variation of knowledge on the concept of transcendental experience. The transcendental experience gave participants more encouragement to get rid of drug addiction and live a better life.

Kata Kunci : pengalaman transendental, ibadah, rehabilitasi, pecandu narkoba / Transcendental experiences, praying, rehabilitation, drug users

  1. S1-2021-412975-abstract.pdf  
  2. S1-2021-412975-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-412975-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-412975-title.pdf