Laporkan Masalah

Analisis faktor-faktor kemampuan bidan yang mempengaruhi tingkat kebutuhan terhadap standar pelayanan antenatal di Kabupaten Jepara Propinsi Jawa tengah

WASITO, Prof.dr. Mohammad Hakimi, SpOG.,PhD

2002 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Kesehatan merupakan hak yang paling mendasar bagi manusia. di samping juga merupakan karunia Tuhan yang perlu disyukuri, oleh karena itu kesehatan perlu dipelihara dan ditingkatkan kualitasnya serta dilindungi dari ancaman yang merugikan. Berbagai upaya untuk menurunkan angka kematian ibu telah dilaksanakan oleh pemerintah antara lain upaya tersebut adalah perlunya dilakukan pelayanan kehamilan dan persalinan sejak dini yang menyangkut kualitas sumber daya manusia. Untuk memberi kan pelayanan kesehatan terhadap ibu hamil telah dilakukan untuk menempatkan bidan di desa agar mampu memberikan pelayanan antenatal dengan baik. Dengan harapan penempatan bidan desa oleh pemerintah di seluruh tanah air, akan mampu menekan menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta berperan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar berperilaku sehat. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui faktor kemampuan bidan apakah berpengaruh ketaatannya terhadap standar pelayanan antenatal dalam upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Metode : Penelitian non eksperimental dengan rancangan cross sectional. sebagai kasus adalah 45 petugas bidan puskesmas yang memberikan pelayanan antenatal. Variabel bebas kemampuan bidan meliputi subvariabel pengetahuan, keterampilan, pelatihan dan variabel terikat kepatuhan pada standar. Variabel luar kepemimpinan, fasilitas, prosedur, supervisi, motivasi. Hasil : Penelitian setelah dianalisa dengan uji korelasi Product Moment, uji t, dan multiple regression. Menunjukkan bahwa kemampuan bidan pengetahuan p<0,05, keterampilan p<0,05, pelatihan p>0,05. Maka kemampuan bidan pengetahuan, keterampilan berpengaruh ketaatannya terhadap standar pelayanan antenatal, sedangkan pelatihan tidak berpengaruh terhadap standar pelayanan antenatal. Kesimpulan : Setelah dilakukan penelitian ini tentang kemampuan bidan terhadap standar pelayanan antenatal maka perlu dilakukan peningkatan efektifitas supaya pengetahuan, keterampilan, dan pelatihan akan lebih baik. Karena hasil dari penelitian ini masih dalam katagori cukup, sehingga perlu adanya suatu penekanan komunikasi interpersonal untuk meningkatkan pelayanan secara kualitas pada standar pelayanan antenatal.

Background : Health is the most basic right for human, besides it is also a gift from God that it must be thanked. Therefore we must keep and improve our health’s quality and prevent it from any harmful threats. Government has been done many efforts to decrease mother’s mortality rate by giving service on pregnancy and child-birth as early as possible which deals to human resources quality. The placing of midwife in the village in order to give good antenatal service is one of the effort that has been done by the government to give health service for pregnant mother. The aim of placing village midwife in Indonesian area by government is to press the mother and baby mortality rate, and also to increase the society’s awarness to have healt behaviour. The goal of the research : The goal of the research is to know the midwife ability factor, does their obedience influence to the antenatal service standard in order to increase the service quality. Method : The method that is applied in this research is non experimental research with cross sectional design. And it is the case of 45 Public Health Centre midwife who give antenatal service. The free variable of midwife ability includes some subvariables such as knowledge, skill, training. Tied variable is the obedience to the standard. The outside variables consits of leadership, facility, procedure, supervision, and motivation. Result : After analyzing the result by Correlation Test of Product Moment and Multiple Regression Test, it shows that the midwife ability on knowledge variable is P< 0,05, skill is P<0,05, training in which have been trained is P> 0,05. The result is less so the midwife ability influence their compliance to antenatal service standard. Conclusion : After doing the research on midwife ability toward antenatal service standard, it needs to improve the knowledge, skill and training effectiveness. Since the result of this research is on enough category, so it needs to give pressing on interpersonal communication to increase quality service on antenatal service standard.

Kata Kunci : Kesehatan Ibu Hamil,Layanan Antenatal,Kemampuan Bidan, Ability, Midwife, Compliance to Standard


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.