Laporkan Masalah

PENGARUH FITOTOKSIS Pinus merkusii Jungh. et de Vriese TERHADAP PERKECAMBAHAN BERBAGAI VARIETAS TANAMAN JAGUNG

Eka Yosmarinda, Dra. Winastuti D.A., M.P.,

2004 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Rutan merupakan suatu areal yang di dalamnya terdapat pohon-pohon dan tumbuh-tumbuhan berkayu lainnya yang satu sarna lainnya saling berinteraksi. Elemen-elemen penyusun hutan tersebut dalam kesehariannya dituntut untuk memenuhi kebutuhan akan komponen alarn seperti unsur hara, cahaya matahari, air, dan sebagainya. Komponen-komponen alam tersebut jumlahnya sangat terbatas di alamo Karena keterbatasan itnlah maka elemen-elemen tersebut berkompetisi dentan berbagai cara dan strategi, diantaranya adalah dengan mengeluarkan fitotoksis/zat aUelopati. Hal ini dapat teIjadi pada setiap areal hutan dan sistem yang digunakan dalarn penanaman termasuk pada tegakan Pinus merkusii dengan sistem agroforestri. Untuk mempelajari pengaruh fitotoksis/zat allelopati tusam, maka dilakukan penelitian tahap perkecambahan dengan tanaman uji bempa tanaman jagung. Varietas tanaman jagung yang digunakan ~ebanyak 4 varietas yaitu 1 varietas lokal dan 3 varietas hibrida. Larutan yang digunakan adalah larutan cucian yang berasal dari ekstrak, bilasan, dan stemflow. Sedangkan bagian tanaman yang menjadi sumber larutan cucian adalah akar, kulit, ranting, daun, dan seresah. Penelitian dilakukan di Green House selama 10 hari pengamatan (5 hari disiram larutan cucian dan 5 hari disiram aquadest) untuk setiap metode. Rasil penelitian menunjukkan bahwa larutan cucian yailg disiramkan pada benih jagung berpengaruh terhadap proses perkecambahannya. Namtill besamya pengaruh larutan tergantung dati sumber larutan tersebut berasal serta varietas Jagungnya.

Kata Kunci : Tusam, Fitotoksis, Jagung, Perkecambahan

  1. S1-2004-112271_ABSTRACT.pdf  
  2. S1-2004-112271_BIBLIOGRAPHY.pdf  
  3. S1-2004-112271_TABLE_OF_CONTENT.pdf  
  4. S1-2004-112271_TITLE.pdf