Pengaruh Ukuran dan Komposisi Serbuk Arang Kayu Asam (Tamarindus Indika L) Dengan Serbuk Arang Kayu Sengon (Paraserianthes Falcataria) Terhadap Sifat Fisik-Kimia Briker Arang
ANA SOFIAWATI, Dr. Ir. J. P. Gentur Sutapa, M. Sc.
2004 | Skripsi | S1 KEHUTANANPENGARUH UKURAN D,AN KOMPOSISISERBUKARANG KAYU ASAM (Tamarindus Indica L) DENGAN KAYU SENGON (Paraserianthes Falcataria) TERHADAP SWAT FISIK-KIMIA BRIKET ARANG Oleh Ana Sofiawati 1) J. P. Gentur Sutapa 2) INTISARI Energi merupakan faktor penting dalam kehidupan manusia. Pemenuhan energi tersebut diperoleh dari minyak bwni'yang semakin mempis, yang pada suatu saat akan habis dan Indonesia akan menjadi Negara pengimpor minyak. Untuk mengatasi pennasalahan tersebut maka perlu dilakukan intensifikasi meningkatkan pencarian dan pemanfaatan berbagai sumbel' daya energi dan mengembangkan pemakaian energi altematif seperti biomassa. Pemanfaatan biomassa untuk cnergi ini menggunakan Iil'nbah penggergajian berupa serbuk kayu asam dan serbuk kayu sengon. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan percobaan faktorial. Faktor yang digunakan adalah faktor ukuran serbuk dengan menggunakan dua perlakuan dan faktor komposisi serbuk dengan menggunakan lima perlakuan. Penelitian awal dengan membuat arang dari serbuk kemudian serbuk arang tersebut diayak dengan ukuran yang sudah ditentukan yaitu 1010s saringan 20 mesh tertahan 45 mesh dan lolos saringan 45 mesh tertaban 60 mesh. Selanjutnya dilakukan pencmnpuran serbuk arang kayu asam dan serbuk arang kayu sengon sesuai dengan komposisi masing-masing yaitu 0% asam 100% sengon, 25% asam 75% sengon, 50% asam 50% sengon, 75% asam 25% sengon, dan 100% asam 0% sengon. Kemudian dilakukan pembuatan briket arang dengan mencampw' serbuk arang dengan perekat yang dibuat dengan perbandingan antara air dan perekat pati adalah 16:1. Campuran tersebut dikempa selama 15 memt. Briket arang yang dihasilkan ditanurkan pada subu 60%C sampai konstan dan selanjutnya dilakukan pengujian terhadap bebe'rapa parameter yaitu kadar air, berat jenis, nitai kalor, kadar abu, kadar zat mudah menguap dan kadar karbon terikat. Rata-rata hasil pengujian briket arang campw'an serbuk arang kayu asam dan serbuk arang kayu sengon adalah kadar air (4,84%; 5,71%; 7,49%), berat jenis (0,46; 0,52; 0,58) nilai kalor (6627,22 kal/g; 6947,63 kal/g; 7222,66 kal/g), Kadar zat mudah menguap (35,61%; 40,99%; 45,36%), kadar abu (9,14%; 10,75%; 13,32%), dan kadar karbon terikat (37,30%; 42,54%; 45,86% ). Hasil analisis pada taraf uji 1% dan 5% menunjukan bahwa faktor ukuran sel'buk arang berpengaruh pada nitai kalor dan kad'lI' zat mudah menguap; faktor komposisi serbuk arang berpengaruh pada kadar air, berat jenis dan kadar abu sedangkan faktor interaksi berpengarub pada kadar abu, zat mudah menguap dan kadar karbon terikat. Berdasarkan beberapa parameter yang diuji dan dilakukan uji lanjut LSD dihasilkan bahwa semakin keeil ukura.n serbuk arang akan dihasilkan nilai kalor yang lebih tinggi dan semakin banYak campuran serbuk arang kayu asam akan menghasilkan nilai kalor yang lebih tinggi pula
Kata Kunci : ukuran, komposisi, sifat fisik-kimia, briket arang, serbuk kayu asam, serbuk kayu sengon