Laporkan Masalah

ANALISIS PERUBAHAN STRUKTUR-PERILAKU-KINERJA INDUSTRI PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA STUDI PADA PENDIRIAN BANK SYARIAH INDONESIA

YULIA TIFANI, Rangga Almahendra Dr., S.T., M.M.,

2021 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)

Berdirinya Bank Syariah Indonesia (BSI) hasil merger dari 3 (tiga) bank syariah BUMN yaitu Bank Syariah Mandiri (BSM), BNI Syariah (BNIS) dan BRI Syariah (BRIS) pada tanggal 1 Februari 2021 mengakibatkan perubahan struktur pasar pada industri perbankan syariah di Indonesia. Perubahan struktur pasar ini terbukti dengan adanya peningkatan pada nilai CR4 dan HHI pada kondisi setelah berdirinya BSI dibandingkan dengan nilai CR4 dan HHI sebelum berdirinya BSI. Walaupun nilai CR4 masih menunjukkan struktur pasar tetap pada pasar persaingan oligopoli, namun tingkat konsentrasi pasar yang ditunjukkan dengan nilai HHI mengalami peningkatan dari sebelumnya tingkat konsentrasi rendah menjadi tingkat konsentrasi moderat. Kondisi ini berlaku sama pada struktur pasar aset, pembiayaan dan DPK. Peningkatan konsentrasi pasar ini juga ditunjukkan dengan variabel lain yaitu jumlah kantor dan jaringan yang dimiliki BSI hampir 5 (lima) kali lipat jumlah kantor pesaing utamanya yaitu Bank Muamalat. Kehadiran BSI yang mengubah konsentrasi pasar ini akan berpengaruh pada perilaku bank-bank syariah di Indonesia untuk tetap dapat bersaing dalam industri dengan tingkat konsentrasi yang lebih tinggi. Perilaku yang ditunjukkan melalui NOM, jumlah produk dan layanan serta biaya promosi dan pelatihan industri perbankan syariah di Indonesia memiliki tren yang meningkat. Begitu juga dengan kinerja perbankan syariah juga memiliki tren yang baik dalam periode 2016-2020. Untuk menghadapi persaingan oligopoli dengan tingkat konsentrasi yang lebih ketat, setiap bank syariah harus terus menciptakan diferensiasi agar dapat bersaing dalam industri. Kata kunci : struktur-perilaku-kinerja, merger, bank syariah BUMN, Bank Syariah Indonesia (BSI)

The establishment of Bank Syariah Indonesia (BSI) as a result of the merger of 3 (three) state-owned Islamic banks; Bank Syariah Mandiri (BSM), BNI Syariah (BNIS) and BRI Syariah (BRIS) on February 1 2021 resulted changes in the market structure of the Islamic banking industry in Indonesia. The changes in market structure is evidenced by an increase in the value of CR4 and HHI in conditions after the establishment of BSI compared to the value of CR4 and HHI before the establishment of BSI. Although the CR4 value shows the market structure in oligopoly competitive market, the level of market concentration as indicated by the HHI value has increased from low concentrated to moderately concentrated. This condition applies equally to the market structure of assets, financing and deposits. This increase in market concentration is also indicated by another variable, namely the number of offices and networks owned by BSI which is almost 5 (five) times the number of offices of its main competitor, Bank Muamalat. The presence of BSI which changes the market concentration will affect the behavior of Islamic banks in Indonesia to remain competitive in the industry with a higher concentration level. The behavior shown through NOM, the number of products and services, cost of promotion and training of the Islamic banking industry in Indonesia has an increasing trend. Likewise, the performance of Islamic banking also has a good trend in the 2016-2020 period. To face oligopoly competition with a tighter level of concentration, each Islamic bank must continue to create differentiation in order to compete in the industry.

Kata Kunci : struktur-perilaku-kinerja, merger, bank syariah BUMN, Bank Syariah Indonesia (BSI)

  1. S2-2021-447843-abstract.pdf  
  2. S2-2021-447843-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-447843-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-447843-title.pdf