Monetary and Multidimensional Poverty and Its Determinants in Special Region of Yogyakarta Province
YUANGGA DHARMA S, Evi Noor Afifah, Dr., S.E., M.S.E. ; Prof. Toru Yanagihara
2021 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini mengkaji kondisi kemiskinan moneter dan multidimensi di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Studi ini juga mengidentifikasi kemungkinan determinan pada kedua jenis kemiskinan, kemiskinan moneter dan multidimensi, menggunakan analisis regresi logit dan kemudian membandingkan hasilnya dengan penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan hanya mengandalkan dimensi moneter saja dapat menyebabkan kesalahan klasifikasi orang miskin, dimana orang yang tidak miskin secara moneter kemungkinan tergolong miskin pada dimensi kemiskinan lainnya. Pengukuran kemiskinan multidimensi dapat digunakan sebagai pelengkap untuk memperoleh gambaran situasi kemiskinan yang lebih komprehensif. Sebagai catatan, kedua pengukuran menunjukkan satu kesimpulan yang sama yaitu kemiskinan adalah fenomena perdesaan. Hal ini ditunjukkan dengan angka kejadian kemiskinan moneter dan indicator kemiskinan multidimensi yang lebih tinggi di perdesaan dibandingkan kondisi di perkotaan. Hasil analisis determinan status kemiskinan menunjukkan bahwa determinan kemiskinan moneter dan kemiskinan multidimensi sebagian besar tumpang tindih. Rumah tangga yang tinggal di daerah perdesaan, rumah tangga dengan jumlah anggota keluarga yang lebih banyak, kepala rumah tangga dengan tingkat Pendidikan yang lebih rendah, kepala rumah tangga yang lebih tua, dan kepala rumah tangga yang bekerja di sektor primer dikaitkan dengan kemungkinan kemiskinan yang lebih tinggi baik dalam status kemiskinan moneter maupun multidimensi.
This study examines the monetary and multidimensional poverty condition in the Special Region of Yogyakarta province. This study also identifies the possible determinants of poverty in both type of poverty, monetary and multidimensional poverty, utilizing logit regression analysis and then compares the results with those of previous studies. The results show that relying solely on the monetary dimension alone can lead to misclassification of poor people, as people who are not poor in monetary terms may be deprived in other dimensions of poverty. Multidimensional poverty measurement can be used as a complement in order to obtain the comprehensive picture of the situation. It is to be noted, however, that both measurements point to one same conclusion that poverty is a rural phenomenon. This is indicated by a higher value of monetary poverty incidences and multidimensional poverty indicators in rural areas than in urban areas. The results of the analysis on the determinants of poverty status show that the determinants of monetary poverty and multidimensional poverty largely overlap. Households living in rural areas, households with more members, heads of households with lower levels of education, older heads of households, and heads of households working in the primary sector are associated with a higher likelihood of poverty in both monetary and multidimensional poverty status.
Kata Kunci : kemiskinan moneter, kemiskinan multidimensi, rumah tangga / Monetary poverty, multidimensional poverty, household