PERSPEKTIF NELAYAN DALAM PEMBERDAYAAN SOSIAL EKONOMI KELOMPOK MASYARAKAT DI PESISIR PULAU BURU MALUKU
Kusuma Amir, Koentjoro, Prof. Drs., MBSc., Ph.D., Psikolog
2021 | Skripsi | S1 PSIKOLOGIIndonesia adalah negara dengan sumber daya kelautan yang melimpah. Hal ini menyebabkan banyak penduduk pesisir di Indonesia yang berorientasi pada pekerjaan mencari ikan atau melaut. Kekayaan yang melimpah ini memberikan dampak dan peluang yang menjanjikan bagi kesejahteraan masyarakat. Namun pada faktanya, kekayaan itu berbanding terbalik dengan kehidupan nelayan. Pasalnya, nelayan masih erat kaitannya dengan kemiskinan, ketidakpastian, dan ketertinggalan. Berbagai pihak telah berusaha mendorong perbaikan dan kesejahteraan nelayan, namun belum mampu mensejahterakan mereka. Maka Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) sebagai yayasan independen hadir untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui program-program pemberdayaan yang tepat guna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perspektif nelayan terhadap proses pemberdayaan sosial ekonomi yang dilakukan Yayasan MDPI pada kelompok masyarakat nelayan di pesisir Pulau Buru Maluku. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi. Terdapat 9 informan yang diperoleh melalui teknik purposive selection. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Adapun temuan bahwa pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Yayasan MDPI menggunakan tiga tahapan yakni penyadaran, peningkatan kapasitas, dan pendayaan. Ketiga tahapan tersebut telah memberikan manfaat dan dampak baik bagi nelayan. Kebermanfaatan lain ditunjukan melalui dana premium yang dapat digunakan untuk kebutuhan keluarga, asuransi, tunjangan pendidikan anak, kebutuhan desa, dan kelestarian lingkungan. Pemberdayaan, Proses Pemberdayaan, MDPI, Nelayan.
Indonesia is a country with abundant marine resources. Many coastal residents in Indonesia are either fisher or sailor oriented. This abundant resources provides a promising impact and opportunity for the welfare of the community. But in fact, the life of fishermen are the opposite. Fishermen are still closely related to poverty, uncertainty, and underdeveloped. Various parties have tried to boost/push in the improvement and welfare of fishermen, but have not been able to prosper them. The Indonesian Society and Fisheries Foundation (MDPI) as an independent foundation is here to improve the welfare of fishermen through appropriate empowerment programs. This study aims to find out the perspective of the fishermen community regarding socio-economic empowerment carried out by the MDPI Foundation for fishermen community groups on the coast of Buru Island, Maluku. This study uses a qualitative method with a phenomenological approach. There are 9 informants obtained through purposive selection technique. Data was collected through field observations, interviews, and documentation. The findings show that community empowerment carried out by the MDPI Foundation uses three stages, namely awareness, capacity building, and empowerment. The three stages have provided benefits and good impacts for fishermen. Other benefits are shown through premium funds that can be used for family needs, insurance, children's education allowances, village needs, and environmental sustainability. Empowerment, Empowerment Process, MDPI, Fisherman.
Kata Kunci : Pemberdayaan, Proses Pemberdayaan, MDPI, Nelayan/Empowerment, Empowerment Process, MDPI, Fisherman.