Laporkan Masalah

PENGARUH EKSTRAK DAUN KELOR TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA GINGIVA PADA TIKUS WISTAR

STEFANIE S G, Dr. drg. Rinaldi Budi Utomo, M.S., Sp.KGA(K);drg. Sri Kuswandari, M.S., Sp.KGA (K), Ph.D.

2021 | Tesis-Spesialis | KEDOKTERAN GIGI ANAK

Pencabutan gigi anak adalah tindakan rutin yang dapat menimbulkan perlukaan di jaringan lunak. Fase inflamasi yang terjadi selama penyembuhan luka memicu rangkaian perubahan jaringan yang dimediasi oleh sistem imun dan sitokin. Kadar sitokin IL-1 dan IL-6 seharusnya turun seiring menyembuhnya luka, tetapi jika tidak maka akan memperlambat penyembuhan luka dan menyebabkan inflamasi kronis. Penggunaan ekstrak daun kelor yang mengandung flavonoid dan fitokimia lainnya diharapkan mampu mengurangi kadar IL-1 dan IL-6 dan mempercepat penyembuhan luka. Tujuan studi ini ialah untuk mengetahui efek ekstrak etanol daun kelor terhap proses penyembuhan luka.va darah yang diambil dari sinus orbita.n pengambilan darah melalui sinus orbita pada tikus nggi laggii. Nilai rujukan normalPreparasi gigi dapat menimbulkan aerosol. , khusunya pada gigi anterior atas. Upaya dalam mitigasi aerosol selain dengan penggunaan APD( masker n95, gown medis, sepatu medis, kacamata/facemask) yaitu dengan menambahkan dental suction. Saliva Ejector (SE) merupakan jenis suction yang selalu ada di setiap jenis dental unit. Saliva ejector kurang mampu menghisap aerosol karena daya hisap yang lemah. Jenis suction lainnya adalah HVE (High Volume Evacuator) dan extra oral Pandemi tahun 2020 menimbulkan kekhawatiran pada dunia medis, termasuk di bidang kedokteran gigi. Salah satu kekhawatirannya adalah terbentuknya aerosol selama preparasi gigi. Aerosol adalah suspensi yang dapat membawa patogen dan bertahan lama di udara setelah perawatan gigi. Upaya pencegahan penyebaran aerosol yaitu dengan menggunakan system suction, terdiri dari saliva ejector (SE), high volume evacuator (HVE) dan extraoral aerosol suction (EOS). Tujuan penelitian ini ialah melihat perbedaan penggunaan jenis suction terhadap arah dan jarak sebaran aerosol selama preparasi gigi anterior atas. Penelitian ini dilakukan pada tikus Wistar sebanyak 27 yang dibagi kedalam tiga kelompok perlakuan secara acak, yaitu kelompok perlakuan ekstrak daun kelor dosis 300mg/kg/bb, kortikosteroid dosis 12mg/kg/bb, dan aquadest. Tikus diberi perlukaan dengan punch biopsy di gingiva dan diberi perlakuan per oral setiap hari selama 7 hari. Pengambilan sampel darah dari sinus orbita dilakukan di hari ke-4, -7, dan -14 setelah perlukaan dan kadar IL-1 dan IL-6 diukur dengan ELISA. Data yang didapat diuji dengan two-way ANOVA dan Post Hoc LSD. Hasilnya, IL-6 paling rendah ditemukan pada kelompok ekstrak daun kelor di hari ke-7 dengan rerata 66,36 ± 3,33, sedangkan IL-1 paling rendah di hari ke-7 dengan 0,74 ±0,04. Ada perbedaan penurunan IL-6 di hari ke-7 antara kelompok kortikosteroid dan ekstrak daun kelor dibandingkan dengan kelompok aquadest. Terdapat perbedaan signifikan antar kelompok uji dan waktu pengamatan dengan p<0,05. Kesimpulannya, pemberian ekstrak daun kelor secara oral memiliki efektivitas dalam menurunkan kadar IL-1 dan IL-6 dalam darah.

Tooth extraction is a routine procedure that creates wounds. The inflammation that occurs during wound healing triggers a series of changes mediated by the immune system and cytokines. The amount of cytokines, especially IL-1 and IL-6 should decrease as the wound heals, or it slows the wound healing and leads to chronic inflammation. Moringa leaf extract contains flavonoids and other phytochemicals that are able to reduce the amount of IL-1 and IL-6 and accelerate wound healing. The aim of this study was to analyze the effect of Moringa leaf extract on the wound healing process. This study was conducted on 27 Wistar rats, randomly separated into three treatment groups: Moringa leaf extract dose 300mg/kg/bb, corticosteroid dose 12mg/kg/bb, and aquadest. The wounds were simulated with punch biopsy in the gingiva and treated orally every day for 7 days. Blood samples from the orbital sinus were taken on the 4th, -7th, and -14th days after wounding, and the levels of IL-1 and IL-6 were measured by ELISA. The data obtained were tested by two-way ANOVA and Post Hoc LSD. The result was, the lowest IL-6 and IL-1 levels were found in the Moringa leaf extract group on the 7th day with a mean of 66.36 ± 3.33 and with 0.74 ± 0.04, respectively. There was a difference between the IL-6 level of corticosteroid and Moringa leaf extract groups compared to the aquadest group on the 7th day. There was a significant difference between the test groups and the time of observation with p<0.05. In conclusion, the oral administration of Moringa leaf extract is able to reduce IL-1 and IL-6 levels in the blood.

Kata Kunci : Ekstrak daun kelor (Moringa oleifera), IL-1 , IL-6, Penyembuhan Luka

  1. File Abstrak:Intisari & Abstract (.pdf).pdf  
  2. S2-2021-451865-abstract.pdf  
  3. S2-2021-451865-bibliography.pdf  
  4. S2-2021-451865-tableofcontent.pdf  
  5. S2-2021-451865-title.pdf  
  6. SPESIALIS -2021-451865-bibliography.pdf  
  7. SPESIALIS-2021-451865-File Abstrak:Intisari & Abstract (.pdf).pdf  
  8. SPESIALIS-2021-451865-tableofcontent.pdf  
  9. SPESIALIS-2021-451865-title.pdf