Peran Fatayat NU dalam Pemberdayaan Pendidikan Masyarakat Dusun Sumbersari Desa Dengkol Kabupaten Malang pada tahun 2019-2020
M MUHYIDDIN KUKUH A, Miftah Adhi Ikhsanto, S.I.P., M.I.O.P
2021 | Skripsi | S1 POLITIK DAN PEMERINTAHANSetiap warga negara berhak memperoleh pendidikan, penghidupan, serta pekerjaan yang layak. Namun Pemerintah seringkali kesulitan dalam menjalankan tugasnya untuk memenuhi hak-hak masyarakat, terutama masyarakat daerah pedesaan yang jauh dari pusat pemerintahan sehingga kondisi ideal akan terpenuhinya hak-hak tersebut kadang tidak terwujud. Dalam kondisi tersebut organisasi masyarakat dapat menggantikan peran pemerintah sehingga hak-hak tersebut dapat terpenuhi. Pemberdayaan serta advokasi oleh organisasi masyarakat menjadi jawaban dari solusi persoalan tersebut. Penelitian ini membahas bagaimana kondisi masyarakat Dusun Sumbersari Desa Dengkol Kabupaten Malang yang kekurangan secara ekonomi dan lingkungan hidup akibat buruknya kualitas sumberdaya manusia. Selain itu, penelitian ini menjelaskan bagaimana strategi advokasi Fatayat NU dalam memberdayakan masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan mengingat kondisi ekonomi serta lingkungan hidup yang terjadi diakibatkan kurangnya masyarakat yang mengampu pendidikan formal dan memiliki ijazah. Penelitian ini menggunakan konsep tahapan pemberdayaan milik Sumodiningrat guna menguraikan tahapan pemberdayaan Fatayat NU serta tujuan pemberdayaan milik Theresia sebagai parameter dampak pemberdayaan Fatayat NU terhadap masyarakat Dusun Sumbersari. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan konsep strategi advokasi J.Coffman untuk menjelaskan tiap-tiap upaya advokasi yang telah dilaksanakan oleh Fatayat NU dalam upaya pemberdayaannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode desk study, in-depth-interview, serta focus group discussion. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa tahapan pemberdayaan serta strategi advokasi yang diimplementasikan dipengaruhi oleh permasalahan yang ingin diselesaikan dan atau kebutuhan masyarakat, seperti bagaimana upaya penyadaran melalui advokasi serta sosialisasi mendominasi program pemberdayaan pendidikan sedangkan upaya yang serupa tidak diutamakan dalam program pemberdayaan ekonomi. Juga ditemukan bahwa peran tokoh masyarakat sebagai patron sangat krusial dalam upaya pemberdayaan serta advokasi Fatayat NU, yaitu untuk menembus barrier konstruksi sosial yang telah mengakar di masyarakat Dusun Sumbersari.
Every citizen has the right to education, livelihood and decent work. However, the government often finds it difficult to carry out its duties to fulfill the rights of the people, especially those in rural areas who are far from the center of government so that the ideal conditions for the fulfillment of these rights are sometimes not realized. In this condition, community organizations can replace the role of the government so that these rights can be fulfilled. Empowerment and advocacy by community organizations is the answer to the solution to this problem. This study discusses how the condition of the people of Sumbersari Hamlet, Dengkol Village, Malang Regency, who are economically and environmentally deficient due to the poor quality of human resources. In addition, this study explains how Fatayat NU's advocacy strategy is in empowering the community, especially in the field of education, given the economic and environmental conditions that occur due to the lack of people who have formal education and have diplomas. This research uses Sumodiningrat's concept of empowerment stages to describe the stages of empowering Fatayat NU and the purpose of empowering Theresia as a parameter of the impact of empowering Fatayat NU on the people of Sumbersari Hamlet. In addition, this study also uses the concept of J.Coffman's advocacy strategy to explain every advocacy effort that has been carried out by Fatayat NU in its empowerment efforts. This study uses a qualitative method with a case study approach. The data was collected using the desk study method, in-depth-interview, and focus group discussion. In this study, it was found that the stages of empowerment and the advocacy strategy implemented were influenced by problems to be resolved and / or community needs, such as how awareness efforts through advocacy and socialization dominated educational empowerment programs, while similar efforts were not prioritized in economic empowerment programs. It was also found that the role of community leaders as patrons is very crucial in the empowerment and advocacy efforts of Fatayat NU, namely to break through the social construction barrier that has taken root in the community of Dusun Sumbersari.
Kata Kunci : Strategi advokasi, Pemberdayaan Pendidikan, Fatayat NU, dan Tokoh Masyarakat.