FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERNIKAHAN USIA DINI PADA ASPEK PENDIDIKAN, ASPEK KESEHATAN, DAN ASPEK KESEJAHTERAAN DI INDONESIA.
WISNU HARYAWAN T, Heni Wahyuni, S.E., M.Ec.Dev., Ph.D.
2021 | Skripsi | S1 ILMU EKONOMIPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengukur faktor-faktor yang mempengaruhi pernikahan usia dini pada aspek pendidikan, aspek kesehatan, dan aspek kesejahteraan di indonesia. Hal ini dilatarbelakangi oleh tingginya tingkat pernikahan usia dini di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data Indonesia Family Life Survey (IFLS) gelombang 5 tahun 2014, dan merupakan penelitian kuantitatif. Dengan menggunakan model regresi kuantitatif respon biner, penelitian ini menganalisis dan mengukur dengan pendekatan latar belakang keluarga maupun multi aspek. Dengan pendekatan latar belakang keluarga dapat dikatakan bahwa seorang perempuan yang berasal dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan rendah mempunyai pengeluaran di bawah Rp.330.776,- dan pendidikan orang tua rendah dimana orang tua seorang perempuan tidak menyelesaikan 9 tahun wajib belajar sedangkan pendekatan multi aspek, seorang perempuan dikatakan miskin jika mengalami deprivasi pada aspek kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan. Hasil analisis logit dengan menggunakan variabel kontrol tingkat pendidikan perempuan, usia perempuan, dummy tempat tinggal, dummy pengangguran, dan jumlah anggota keluarga menunjukkan bahwa secara keseluruhan variabel latar belakang keluarga tidak mempunyai pengaruh yang signifikan sebagai faktor pendorong pernikahan usia dini di Indonesia. Hasil analisis logit dengan dengan menggunakan variabel kontrol tingkat pendidikan pasangan, usia perempuan, dummy tempat tinggal, dummy pengangguran, dan jumlah anggota keluarga menunjukkan bahwa variabel multi aspek signifikan pada level 10 persen sebagai faktor pendorong pernikahan usia dini di Indonesia.
This study aims to analyze and measure the factors that influence early marriage in education, health, and welfare aspects in Indonesia. This is motivated by the high rate of early marriage in Indonesia. This study uses data from the Indonesia Family Life Survey (IFLS) wave 5 of 2014, and is a quantitative study. By using a binary response quantitative regression model, this study analyzes and measures both family background and multi-aspect approaches. With a family background approach, it can be said that a woman who comes from a family with a low level of welfare has an expenditure of less than Rp. said to be poor if they experience deprivation in aspects of health, education, and welfare. The results of the logit analysis using the control variables for the level of women's education, women's age, the dummy of residence, the dummy of unemployment, and the number of family members indicate that overall family background variables do not have a significant influence as a driving factor for early marriage in Indonesia. The results of the logit analysis using the control variables for spouse's education level, age of women, dummy of residence, dummy of unemployment, and number of family members indicate that multi-aspect variables are significant at the 10 percent level as a driving factor for early marriage in Indonesia.
Kata Kunci : Pernikahan usia dini, pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, latar belakang keluarga, logit.