Hubungan tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku (PSP) penderita diabetes mellitus mengenai pengelolaan diabetes mellitus dengan kendali kadar glukosa darah
JAZILAH, dr. Paulus Wijono, SpPD-KE,PhD
2002 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat
Latar Belakang. Prevalensi Diabetes Mellitus (DM) di Indonesia terus rneningkat. Saat ini berkisar 1,4-1,6%. Penyakit DM merupakan penyakit khronik yang tidak dapat disembuhkan, tetapi sangat potensial untuk dapat dikendalikan, yaitu dengan pengelolaan DM yang tepat sehingga kadar glukosa darahnya dapat tetap terkendali. DM rnerupakan penyakit yang berhubungan dengan gaya hidup, oieh karma itu berhasil tidaknya mengendalikan penyakit DM sangat tergantung dari penderita itu sendiri daiam merubah perilakunya agar sesuai dengan perilaku pengelolaan DM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubunga antara perilaku (pengetahuan, sikap dan praktik = PSP) penderita DM mengenai pengelolaan DM dengan kendali kadar glukosa darah (KGD).
Metode Penelitian. Observasional dengan penggalian data swra kuantitatif dengan rancangan cuse control dan kuaiitatif dengan wawancara mendalam. Subjek penelitan adalah pasien UM- yang berobat jalan pada bulan Juli, Agustus dan September 2001 di RSUP dr Sardjito Jogjaksta. Subjek terdiri dari dua kelornpok, yaitu kelompok kasus (KGD terkendali) sebanyak 43 orang dan kelornpok kontrol (KGD tidak terkendali) sebanyak 43 orang.
Hasi Penelitian. Analisis univariat menunjukkan bahwa terdapat 47,7 % responden mernpunyai tingkat pengetahuan rendah, 5 1,2 % mempunyai sikap negatif dan 58,1 % mernpunyai praktik kmg baik terhadap pengelohan DM. Analisis bivariat (korelasi) menunjukkan adanya hubungan linier negatif (p Background: The diabetes meflitus prevalence (DM) in Indonesia is continuously increasing. At present it reaches 1.4 - 1.6%. Diabetes mellitus is chronic disease that is unable to recover, but it is potential to control, i.e. by managing diabetes mellitus appropriately so that the glucose level is controllable. Diabetes mellitus is a disease that is related with life style; therefore, the success of controlling the disease depends mostly on the victim’s effort to change his or her behavior so as to be appropriate with behavior for diabetes mellitus management. This study was aimed at finding out the relationship between behavior (knowledge, attitude, and practice (KAP) ofthe victim in managing diabetes mellitus and ghcose level control.
Methods: This was is an observational study by obtaining data quantitatively using a case control design and qualitatively through depth interviews. The subjects were diabetes mellitus outpatients in Dr Sardjito hospital in July, August, and September 2001. The subjects were 2 groups, 43 patients of the case group (controlled glucose level) and 43 patients of the control group (uncontrolled glucose level).
Results: The univariate analysis showed that there were 47% respondents who had low knowledge; 51,2% had negative attitude; 58,1% had poor practice in diabetes mellitus management. The bivariate (correlation) analysis showed that there was negative linear relationship (p
Kata Kunci : Gizi,Penderita Diabetes Mellitus,Sikap dan Perilaku, knowledge, attitude, practice, diabetes mellitus, glucose level.