Laporkan Masalah

KETANGGUHAN MASYARAKAT PASCA GEMPA BUMI 2018 DI DESA PEMENANG BARAT, KECAMATAN PEMENANG, KABUPATEN LOMBOK UTARA

HERIANDARI H F, Dr. Dyah Rahmawati Hizbaron, S.Si., M.T., M.Sc.

2021 | Skripsi | S1 GEOGRAFI LINGKUNGAN

Gempa Lombok 2018 merupakan gempa bumi dangkal yang diakibatkan oleh pergerakan Sesar Naik Busur Belakang Flores (Flores Back Arc Thrust). Dampak yang dihasilkan tidak hanya terjadi di Pulau Lombok, melainkan seluruh wilayah NTB dan Pulau Bali. Kabupaten Lombok Utara menjadi salah satu kabupaten yang mengalami dampak terparah. Tercatat 396 jiwa meninggal dunia, 178.122 korban mengungsi, 23.098 rumah rusak, dan >2,7 triliun kerugian finansial. Hal ini mendasari komitmen pembentukan masyarakat tangguh bencana guna meningkatkan kemampuan dalam mengantisipasi bencana, mengatasi bencana, dan melakukan upaya pemulihan (build back better and safer). Penelitian ketangguhan terhadap gempa bumi dilakukan di Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Ketangguhan dinilai dengan menggunakan pendekatan penghidupan berkelanjutan (Sustainable Livelihood) berdasarkan 5 modal penghidupan yaitu modal manusia, ekonomi, sosial, fisik, dan alam. Kondisi 5 modal dikaji saat sebelum dan sesudah gempa untuk melihat respon dan daya pulih masyarakat pasca 2 tahun kejadian. Perubahan yang terjadi nantinya dilihat dari faktor-faktor yang mempengaruhi masing-masing modal. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, wawancara, dan observasi. Sampel responden sejumlah 98 dengan teknik random sampling. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masyarakat Desa Pemenang Barat memiliki ketangguhan yang sudah memadai karena dapat kembali pulih pada keadaan semula sebelum terjadi gempa. Persentase ketangguhan sebelum dan sesudah gempa pada modal manusia 60,2% dan 63,52%, modal fisik 82,52% dan 82,65%, modal alam 43,61% dan 43,95%. Ketangguhan modal sosial hampir kembali pulih dari 62,86% dan sesudah gempa 62,45%. Sedangkan persentase ketangguhan modal ekonomi menurun dari 54,8% menjadi 47,5% akibat dari faktor bencana lainnya yaitu pandemi covid-19. Meski masing-masing modal dapat kembali pulih pada kondisi semula, namun ketangguhan masih didominasi pada kategori kelas cukup dan kurang baik.

Lombok Earthquake 2018 was a shallow earthquake caused by movement of the Flores Back Arc Thrust. The impact does not occur on Lombok Island, but the entire region of NTB and Bali. North Lombok Regency is one of the districts that experienced the worst impact. It was recorded that 396 people died, 178.122 victims evacuated, 23.098 houses were damaged, and >2.7 trillion financial losses. Building a resilient community of disaster is the role of the government to increase the ability to anticipate, cope with, and recover from disaster. An assessment of community resilience for the earthquake was carried out in Pemenang Barat Village, Pemenang District, North Lombok Regency. The assessed using a sustainable livelihoods approach by 5 livelihood capital i.e human capital, economic, social, physical, and natural. The condition of 5 capitals is assessed from before and after the earthquake to see the response and recovery of the community after 2 years from disaster. The changes will be seen through the factors that affect each capital. Data were collected using a questionnaire, interviews, and observation. The sample of respondents is 98 with a random sampling technique. Data were analyzed descriptively. The results showed that community resilience of Pemenang Barat Village was adequate, because it can recover with the percentage of resilience before and after the earthquake in human capital is 60.2% and 63.52%, physical capital is 82.52% and 82.65%, natural capital is 43.61% and 43.95%. The resilience of social capital almost recovered from 62.86% and after the earthquake 62.45%. Meanwhile, the percentage of economic capital resilience decreased from 54.8% to 47.5% due to other disaster factors, namely covid-19 pandemic. Although each capital can recover, resilience is still dominated in the not good class.

Kata Kunci : gempa bumi, penghidupan berkelanjutan, ketangguhan, Desa Pemenang Barat.

  1. S1-2021-393472-abstract.pdf  
  2. S1-2021-393472-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-393472-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-393472-title.pdf