Laporkan Masalah

KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA PETANI BAWANG PUTIH DI KECAMATAN TAWANGMANGU KABUPATEN KARANGANYAR

MARINI, Ir. Any Suryantini, M.M., Ph.D.; Arif Wahyu Widada, S.P., M.Sc

2021 | Skripsi | S1 EKONOMI PERTANIAN DAN AGRIBISNIS

Ketahanan Pangan adalah hal penting dalam pemenuhan hak manusia atas pangan, yang merupakan salah satu pilar utama hak asasi manusia. Tingginya risiko produksi usaha tani bawang putih dan risiko harga bawang putih berdampak pada pendapatan dan ketahanan pangan rumah tangga petani bawang putih di Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui 1) pangsa pengeluaran pangan rumah tangga petani bawang putih; 2) konsumsi energi rumah tangga petani bawang putih; 3) status ketahanan pangan rumah tangga petani bawang putih di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Metode dasar penelitian ini adalah deskriptif analitis. Dipilih 61 rumah tangga petani bawang putih sebagai responden dengan metode sampling acak. Analisis Pangsa Pengeluaran Pangan dan Tingkat Konsumsi Energi Harian digunakan untuk mengetahui tingkat ketahanan pangan rumah tangga petani bawang putih. Hasil penelitian sebagai berikut 1) 58,47 persen rumah tangga petani bawang putih tergolong tinggi pangsa pengeluaran pangannya; 2) 75,30 persen rumah tangga petani bawang putih mengkonsumsi energi tergolong kurang dari standard; 3) status ketahanan pangan rumah tangga petani bawang putih adalah status kurang tahan pangan.

Food Security is important in the fulfilment of human rights to food; which is one of the main pillars of human rights. The high risk of garlic farming production and the risk of garlic prices have an impact on the income and food security of garlic farmers' households in Tawangmangu District, Karanganyar Regency. The purpose of this study was to determine 1) the share of household food expenditure of garlic farmers; 2) household energy consumption of garlic farmers; 3) the status of household food security of garlic farmers in Tawangmangu District, Karanganyar Regency. The basic method of this research is analytical descriptive. Selected 61 garlic farmer households as respondents by random sampling method. Analysis of Food Expenditure Share and Daily Energy Consumption Levels are used to determine the level of food security of garlic farmers' households. The results of the study are as follows 1) 58.47 percent of garlic farming households have a high share of food expenditure; 2) 75.3 percent of garlic farming households consume energy classified as "less than standard"; 3) the food security status of the garlic farmer household is the "less food security" status.

Kata Kunci : Ketahanan Pangan, Konsumsi Energi, Pangsa Pengeluaran Pangan, Usaha Tani Bawang Putih.

  1. S1-2017-412885-ABSTRACT.pdf  
  2. S1-2017-412885-BIBLIOGRAPHY.pdf  
  3. S1-2017-412885-TABLEOFCONTENT.pdf  
  4. S1-2017-412885-TITLE.pdf  
  5. S1-2021-412885-ABSTRACT.pdf  
  6. S1-2021-412885-BIBLIOGRAPHY.pdf  
  7. S1-2021-412885-TABLEOFCONTENT.pdf  
  8. S1-2021-412885-TITLE..pdf