Laporkan Masalah

Prarancangan Pabrik Green Diesel dari CPO dengan Kapasitas 500.000 Ton/Tahun

CHRISTIAN DARELL, Muhammad Mufti Azis, S.T., M.Sc., Ph.D.

2021 | Skripsi | S1 TEKNIK KIMIA

Indonesia merupakan negara penghasil Crude Palm Oil (CPO) terbesar di dunia dengan rata-rata kontribusi mencapai 48,44% dari total produksi dunia. Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018 produksi CPO mencapai 43,9 juta ton per tahunnya. Jumlah ekspor CPO Indonesia mencapai angka lebih dari 6 juta ton setiap tahunnya. Crude Palm Oil (CPO) dapat dikonversi menjadi Green Diesel yang dapat memenuhi kebutuhan diesel di Indonesia sehingga mampu mengurangi beban impor minyak yang setiap tahunnya melebihi 40 juta ton. Dari beberapa industri Green Diesel yang sudah ada, sebuah pabrik Green Diesel dengan kapasitas 500.000 ton/tahun secara teknis dapat dibuat dan secara ekonomi layak untuk dibangun. Pabrik ini akan dibangun di Kawasan Industri Dumai, Provinsi Riau dengan pertimbangan lokasi yang dekat dengan bahan baku dan laut sehingga mampu mengurangi beban transport bahan baku. Green Diesel yang dibuat oleh Pabrik ini membutuhkan CPO sebanyak 1.057.581,6 ton/tahun dan akuades sebanyak 142.951,88 ton/tahun sebagai bahan bakunya. Sedangkan untuk kebutuhan bahan pendukung berupa katalis Ni-CaO/AC dan Pt/Zeolite masing-masing sebanyak 3,53 ton/tahun dan 130 ton/tahun. Utilitas yang dibutuhkan oleh pabrik ini meliputi air, steam, udara bertekanan, dan listrik. Kebutuhan air sebanyak 1.105.577,51 ton/tahun akan digunakan untuk proses produksi maupun umum. Steam yang dibutuhkan sebanyak 1.095.719,88 ton/tahun. Udara sebanyak 7.918,9118 ton/tahun akan digunakan untuk instrumentasi. Sedangkan kebutuhan listrik sebesar 16770,81 kW akan dipenuhi dari PLN dan turbin di utilitas. Generator digunakan sebagai back up kebutuhan listrik pada kondisi darurat. Pabrik ini akan didirikan pada kawasan seluas 93800 m2 dan dioperasikan dengan 32 operator/shift. Pabrik ini direncanakan untuk dibangun pada tahun 2025 dengan modal sebanyak $278.835.523.95 + Rp 415.277.698.242,38 dan working capital sebesar $146.629.461,46 + Rp 10.703.976.627,26. Profit (before tax) yang didapatkan pada penjualan produk pabrik ini adalah sebesar $135.964.160,08/tahun. Berdasarkan data tersebut, analisis profitabilitas dari produk ini dapat dilakukan. Break Even Point pabrik ini adalah pabrik ini adalah 32,88% kapasitas. Return of Investment (before tax) pabrik ini adalah 44,29%. Payout Time (before tax) pabrik ini adalah 1,84 tahun. Discounted Cash Flow Rate of Return (DCFRR) pabrik ini adalah 20,88%. Jadi, berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dari segi ekonomi pabrik Green Diesel ini menarik untuk dibangun.

Indonesia is the largest producer of Crude Palm Oil (CPO) in the world with an average contribution of 44.84% of total world production. Based on the Indonesia Central Statistics Agency (BPS) in 2018, CPO Production reached 43.9 million tons per year. Indonesia’s CPO exports reached more than 6 million tons per year. Crude Palm Oil (CPO) can be converted into Green Diesel which can meet demand for diesel in Indonesia to reduce oil imports which annually exceeded 40 million tons. Based on several existing Green Diesel Industries, a Green Diesel plant with a capacity of 500,000 tons per year is technically and economically feasible to build. This plant will be built in Dumai Industrial Estate, Riau Province with the consideration of location close to raw material suppliers and the sea so that transporting raw material economy can be reduced. Green Diesel produced by this plant requires 1.057.581,6 tons/year and 142.951,88 tons/year of aquadest as raw material. while the need for supporting materials in Ni-CaO/AC and Pt/Zeolite catalysts are 3.53 tons/year and 130 tons/year, respectively. The utilities required by this plant include water, steam, compressed air, and electricity. Water needs of 1,105,577,51 tons/year will be used for the production process and the general needs. Steam required as much as 1,095,719.88 tons/year and 7,918,9118 tons/year of air will be used for instrumentation. The electricity demand of 16770 kW will be met from PLN combined by turbine in utility. The Generator will be used as a back-up in an emergency. The plant will be established in an area of 93800 m2 and operated with 32 operators/shift. The plant is planned to be built in 2025 with fixed capital cost of $278,835,523.95 + IDR 415,277,698,242.38. Working Capital to start this plant will cost $146,629,461.46 + IDR 10,703,976,267.26. The profit (before tax) obtained on the sales of products is $135,964,160.08. Based on this data, the profitability analysis can be calculated. Break Even Point (BEP) of this plant is 32.88% capacity. The Return of Investment (before tax) is 44.29%. The payout time (before tax) of this plant is 1.84 years. Discounted Cash Flow Rate of Return (DCFRR) of this plant is 20.88%. Based on these results, it can be concluded that from an economic point of view the Green Diesel plant is feasible to be built.

Kata Kunci : Green Diesel, CPO, Ni-CaO, Dumai

  1. S1-2021-400130-abstract.pdf  
  2. S1-2021-400130-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-400130-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-400130-title.pdf