KESESUAIAN POLA PERSEBARAN PERUMAHAN TERHADAP RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN BANTUL SELAMA 2014 - 2019
BIMO PRASETYO, Drs. B. S. Eko Prakoso, MSP.
2021 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHKawasan Perkotaan Yogyakarta yang sudah begitu padat sehingga menyebabkan pembangunan perumahan sudah sangat sulit dilakukan. Pergeseran pembangunan perumahan ke selatan Perkotaan Yogyakarta menyebabkan adanya moratorium perumahan pada RPJMD Kabupaten Bantul 2016 - 2021. Beberapa kecamatan di Kabupaten Bantul terdapat isu pembangunan kampus dan juga pembangunan bandara NYIA yang berhubungan di Bantul Barat seperti Kecamatan Sedayu dikarenakan dilalui jalur arteri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui persebaran pembangunan perumahan dan untuk menentukan kesesuaian perumahan dengan RTRW Kabupaten Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode kualitatif. Metode analisis persebaran pembangunan perumahan menggunakan metode Average Nearest Neigboorhood Index (indeks ANNI) dan Kernel Density Estimation (KDE). Analisis kesesuaian perumahan dengan RTRW menggunakan analisis deksriptif. Hasil penelitian ini bahwa persebaran perumahan di Kabupaten Bantul selama 2015-2019 cenderung terkonsentrasi pada kecamatan yang berbatasan langsung dengan Perkotaan Yogyakarta (Urban Sprawl) seperti Kecamatan Kasihan, Banguntapan serta Kecamatan non-urban sprawl seperti Sedayu. Persebaran perumahan selama 2015 - 2019 setelah di analisis dengan RTRW masih memiliki kesesuaian dengan zona permukiman, dikarenakan perumahan merupakan bagian dari permukiman.
Yogyakarta Urban is too crowded that so hard to add more housing inside the city. Friction about housing complex to southside Yogyakarta urban city stimulate moratorium housing complex in RPJMD Kabupaten Bantul 2016 -2021. Some district in Kabupaten Bantul had issue about university and correlated with NYIA airport at west side of Kabupaten Bantul for example, Sedayu correlated with arteri road that goes to NYIA.Goals of this article to describe diversity of housing complex and suitability with RTRW Kabupaten Bantul. This research using qualitative method. Average Nearest Neighboorhood Index (ANNI) and Kernel Density Estimation (KDE) method used to describe spatial pattern of housing complex. Suitability of housing complex with RTRW analyze with descriptive analysis. Outcome this research that housing complex pattern in Bantul from 2014 - 2019 concentrated in the at district that touched with Yogyakarta Urban City (urban sprawl) like district Kasihan, Banguntapan, and non-urban sprawl district Sedayu. Housing Complex diversity is suitable with settlement zone, housing complex is part of settlement
Kata Kunci : Perumahan, Pola Spasial, Persebaran, Kesesuaian, RTRW, Indeks ANNI, Indeks KDE.