PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PENGOLAHAN MANGROVE KASUS PEMBERDAYAAN KELOMPOK SRIKANDI PANTURA OLEH KOMUNITAS KESEMAT
SHAFIRA BALQIS ADILA, Alia Fajarwati, S.Si., M.IDEA.
2021 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHKelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Semarang terletak pada daerah pesisir Pantai Utara Semarang. Kelurahan Mangkang Wetan memiliki permasalahan lingkungan yaitu rob dan banjir yang terjadi secara tahunan. Akibatnya tambak penduduk yang merupakan salah satu sumber penghasilan utama kerap kali tenggelam. Maka dari itu dilakukanlah penanaman mangrove di sepanjang Pantai Utara oleh Kelompok Studi Ekosistem Mangrove Teluk Awur (KeSemaT) yang terdiri dari mahasiswa ilmu kelautan Universitas Diponegoro. Komunitas KeSEMaT juga melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pengolahan mangrove kepada sekumpulan istri dari nelayan dan petani mangrove yang tergabung dalam kelompok Srikandi Pantura., sebagai upaya pengarusutamaan gender yang bertujuan untuk menumbuh kembangkan potensi dan peran kelompok perempuan dalam memperbaiki kehidupan mereka dengan memanfaatkan potensi lokal yang dimilikinya. Penelitian ini memiliki beberapa tujuan yaitu mengetahui proses, faktor pendukung dan penghambat serta hasil dari kegiatan pemberdayaan masyarakat, dan menjelaskan peran komunitas KeSEMaT dalam kegiatan pemberdayaan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan sumber data yang didapatkan dari hasil wawancara mendalam kepada Komunitas KeSEMaT selaku fasilitator dan sasaran pemberdayaannya, serta observasi dan dokumentasi untuk mendukung hasil wawancara. Selain itu juga dilakukan pengisian kuesioner kepada seluruh anggota kelompok Srikani Pantura. Data yang didapatkan kemudian dilakukan analisis secara deskriptif. Penelitian ini menjelaskan bahwa proses pemberdayaan terdiri atas tiga tahapan yaitu penyadaran, pengkapasitasan dan pemberian daya. Berdasarkan tahapan dan proses tersebut karakteristiknya menunjukkan bahwa metode yang digunakan dalam kegiatan pemberdayaan adalah metode Participatory Rural Appraisal (PRA). Faktor pendukung dan penghambat dalam kegiatan pemberdayaan dilihat dari sudut pandang kelompok Srikandi Pantura dan komunitas KeSEMaT yang terdiri atas potensi mangrove, antusiasme masayrakat, sumberdaya manusia yang memadai, nilai jual olahan mangrove yang tinggi, dukungan dari akademisi maupun pemerintah, keterbatasan alat produksi, dan pemasaran yang terbatas. Hasil kegiatan pemberdayaan masyarakatnya terbagi atas tiga dampak yang dilihat dari segi sosial, lingkungan dan ekonomi. Peran komunitas KeSEMaT dalam kegiatan pemberdayaan ini adalah sebagai fasilitator, yang kemudian juga terdapat peran-peran khusus di dalamnya.
Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Semarang located in the coastal area of the North Coast Semarang. Kelurahan Mangkang Wetan has an environmental problems, such as rob and floods. The rob and floods that occur annually causes the sinking of people's fishpond which are one of the main sources of income in Mangkang Wetan. Therefore, to prevent abrasion and flooding, KeSEMaT Community (Teluk Awur Mangrove Ecosystem Study Group) planted mangroves along the North Coast of Mangunharjo. KeSEMaT community also carries out a community empowerment program based on mangrove processing for a group of wives of fishermen and mangrove farmers who are members of the Srikandi Pantura group. This women's empowerment program is a manifestation of gender mainstreaming which aims to develop the potency and role of women, to improve their lives by exploiting the potential of local resources. This study aims to knowing the process, supporting and inhibiting factors, and the results of the community empowerment program, and then explaining the role of the KeSEMaT community in this empowerment program. This qualitative study uses primary data sources obtained from in-depth interview with facilitators and their empowerment subjects, also observation an documentation to complete the data.. In addition, questionnaires were also filled out to all members of the Srikandi Pantura group. Then, the data were analyzed descriptively. This study finds that the empowerment process consists of three stages, awakening, capacity building, and empowerment. Based on these stages and processes, the characteristics indicate the empowerment program using the Participatory Rural Appraisal (PRA) method. The supporting and inhibiting factors in empowerment activities are seen from the perspective of the Srikandi Pantura group and the KeSEMaT community which consist of mangrove potential, community enthusiasm, sufficient human resources, the high selling value of processed mangroves, support from academics and government, limited production tools, and marketing limited. The results of the community empowerment program are divided into three impacts from the social, environmental and economic perspectives. The KeSEMaT community has a role in this empowerment program as a facilitator, which consist of many special roles.
Kata Kunci : pemberdayaan perempuan, pengarusutamaan gender, pengolahan mangrove