PERAN MODAL SOSIAL SEBAGAI STRATEGI KEBERLANGSUNGAN USAHA DI MASA PANDEMI COVID-19 (Studi pada Paguyuban Pedagang Asongan Sekolah "Kupas Mugo Lestari" di Kabupaten Sleman)
ANISA CAHYANING TYAS, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si.
2021 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAANPandemi Covid-19 hingga saat ini masih menjadi keresahan bagi masyarakat berdampak di berbagai bidang termasuk dalam perekonomian yang dalam hal ini para pedagang asongan sekolah. Kebijakan pemerintah dalam pandemi Covid-19 diantaranya mengubah sistem pembelajaran menjadi daring. Hal ini mempengaruhi aktivitas berdagang para pedagang asongan sekolah yang mengakibatkan pendapatan yang menurun serta beralihnya profesi para pedagang. Namun, ditengah kondisi yang serba tidak pasti masih ada pedagang yang dapat menjaga keberlangsungan usahanya, jika dilihat hubungan yang terjalin baik antar pedagang maupun pembeli masih erat terlebih dalam kondisi pandemi Covid-19.Oleh karenanya, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran modal sosial sebagai strategi keberlangsungan usaha para pedagang di masa pandemi Covid-19 saat ini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, dengan jenis deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Informan dalam penelitian ini sebanyak 8 orang yang meliputi 2 orang dari pengurus Paguyuban Kupas Mugo Lestari, 4 orang anggota paguyuban, dan 2 orang sebagai pembeli. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji dengan triangulasi. Sedangkan analisis data melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penarikan kesimpulan dilakukan setelah memperoleh data yang mencukupi dan menjawab masalah penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa modal sosial memiliki peran penting dalam strategi keberlangsungan usaha para pedagang asongan sekolahdi masa pandemi Covid-19 saat ini. Adanya pandemi Covid-19 berdampak dengan menurunnya pendapatan harian. Oleh karenanya, para pedagang menggunakan modal sosial sebagai strategi untuk menjaga keberlangsungan usahanya. Modal sosial tersebut meliputi kepercayaan, norma dan nilai-nilai sosial, serta jaringan sosial. Rasa saling percaya yang tumbuh antar pedagang, pihak sekolah, pembeli dan pemasok bahan baku menjadi langkah awal pedagang bekerjasama untuk dapat bertahan di masa pandemi Covid-19 baik dari sisi permodalan, produksi maupun pemasaran. Norma atau aturan serta nilai-nilai sosial di kalangan pedagang berwujud rasa toleransi dan gotong royong ketika adanya pembatasan aktivitas berdagang, serta saling mencarikan tempat untuk berjualan. Kemudian, jaringan sosial yang terbentuk antar pedagang dan pembeli secara tidak langsung memberi kemudahan pedagang dalam pemasaran barang dagangannya sehingga dapat memperluas jangkauan pasar. Ketiga unsur tersebut memiliki kontribusi positif sebagai strategi keberlangsungan usaha di masa pandemi Covid-19.
The Covid-19 pandemic is still a concern for the community, which has an impact on various fields, including the economy, in this case the school hawkers. Government policies in the Covid-19 pandemic include changing the learning system to online. This affects the trading activities of school hawkers which results in decreased income and the shift of the profession of traders. However, in the midst of uncertain conditions, there are still traders who can maintain their business continuity, if you look at the relationship that exists between traders and buyers, they are still close, especially in the conditions of the Covid-19 pandemic. Therefore, this study was conducted to determine the role of social capital as a business continuity strategy for traders during the current Covid-19 pandemic. The research method used is a qualitative research method, with a descriptive type. Sampling was done by purposive sampling. The informants in this study were 8 informants which included 6 school hawkers with 2 as administrators and 4 as members, as well as 2 buyers. Data collection techniques using observation techniques, interviews, and documentation. The validity of the data was tested by triangulation. While the data analysis through the process of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Conclusions are drawn after obtaining sufficient data and answering the research problem. The results of the study show that social capital has an important role in the business continuity strategy of school hawkers during the current Covid-19 pandemic. The Covid-19 pandemic has resulted in a decrease in daily income. Therefore, traders use social capital as a strategy to maintain the continuity of their business. Social capital includes beliefs, social norms and values, and social networks. The mutual trust that grows between traders, schools, buyers and suppliers of raw materials is the first step for traders to work together to survive during the Covid-19 pandemic, both in terms of capital, production and marketing. Norms or rules and social values among traders are in the form of tolerance and mutual cooperation when there are restrictions on trading activities, as well as finding each other a place to sell. Then, the social network formed between traders and buyers indirectly makes it easier for traders to market their merchandise so that they can expand market reach. These three elements have a positive contribution as a business continuity strategy during the Covid-19 pandemic.
Kata Kunci : Modal Sosial, Keberlangsungan Usaha, Pedagang Asongan Sekolah