Analisis Faktor yang Mempengaruhi Utility Pada Pasien Katarak Diukur Menggunakan Kuesioner EQ-5D-5L
DIRA AYU MAHARANI, Dr. Tri Murti Andayani, Sp.FRS., PhD., Apt.
2021 | Skripsi | S1 FARMASIPenyakit katarak di Indonesia memiliki tingkat prevalensi yang tinggi dan paling banyak belum melakukan operasi sehingga mengakibatkan kebutaan. Katarak akan berdampak pada kualitas kehidupan penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui utility pasien katarak dan faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling dengan subjek penelitian adalah semua pasien katarak rawat jalan yang bekunjung ke Rumah Sakit Mata Dr."YAP" Yogyakarta pada tanggal 17 Mei-3 Juni 2021. Data demografi dan karakteristik klinis diambil dari catatan medik pasien. Data utility diperoleh dari pengisian kuesioner EQ-5D-5L oleh pasien pada saat pasien melakukan kontrol di rumah sakit. Analisis faktor yang mempengaruhi utility menggunakan Mann-Whitney dan Kruskall Wallis test. Diperoleh 101 responden dengan rata-rata usia responden adalah 65,06 tahun. Frekuensi paling tinggi adalah usia >65 tahun(48,5%), jenis kelamin perempuan(56,4%),durasi <1 tahun(46,5%), katarak pada kedua mata(60,4%), ketajaman mata sedang(54,5%),dan ada komorbid(60,4%). Rata-rata nilai utility dan skor EQ-5D-5L VAS pasien katarak di Rumah Sakit Mata Dr. "YAP" Yogyakarta masing-masing adalah 0,723���±0,028 (CI 95%: 0,667-0,778) dan 75,78���±1,320 (CI 95%:73,16-78,40). Domain rasa nyeri/tidak nyaman merupakan masalah utama pada pasien katarak, yaitu sebesar 65,3% (66 responden). Faktor yang mempunyai perbedaan bermakna terhadap nilai utility pasien katarak di Rumah Sakit Mata Dr. "YAP" Yogyakarta adalah durasi mengalami katarak (p=0,003) dan ketajaman mata (p=0,013).
Cataract disease in Indonesia has a high prevalence rate and most have not had surgery, resulting in blindness. Cataracts will have an impact on the quality of life of the sufferer. This study aims to determine the utility of cataract patients and the factors that influence it. This research is an analytic observational with a cross sectional approach. Sampling using convenience sampling technique with research subjects were all outpatient cataract patients who visited the Eye Hospital "Dr.YAP" Yogyakarta on 17 May-3 June 2021. Demographic data and clinical characteristics were taken from the patient's medical records. The utility data was obtained from filling out the EQ-5D-5L questionnaire by the patient when the patient took control at the hospital. Analysis of factors that affect utility using the Mann-Whitney and Kruskall Wallis test. Obtained 101 respondents with the average age of respondents is 65.06 years. The highest frequency was age >65 years (48.5%), female gender (56.4%), duration <1 year (46.5%), cataracts in both eyes (60.4%), moderate eye acuity (54.5%), and has comorbid (60.4%). The average utility value and EQ-5D-5L VAS score for cataract patients at the Eye Hospital Dr. "YAP" Yogyakarta were 0.723���±0.028 (95% CI: 0.667-0.778) and 75.78���±1.32 (95% CI: 73.16-78.40). Pain/discomfort domain is the main problem in cataract patients, which is 65.3% (66 respondents). Factors that have a significant difference to the utility value of cataract patients at Dr. Eye Hospital. "YAP" Yogyakarta is the duration of having cataracts (p=0.003) and eye acuity (p=0.013).
Kata Kunci : utility, EQ-5D-5L, cataract, factors that affect utility