Laporkan Masalah

Ketahanan Pangan Rumah Tangga di Kabupaten Pasaman

INTAN BERLIANA PUTRI, Dr. Jamhari, S.P., M.P.; Arini Wahyu Utami, S.P., M.Sc., Ph.D.; Sugiyarto, S.P., M.Sc.

2021 | Skripsi | S1 EKONOMI PERTANIAN DAN AGRIBISNIS

Kabupaten Pasaman merupakan kabupaten di Provinsi Sumatera Barat yang masuk dalam daerah tahan pangan. Ketahanan pangan pada tingkat regional tidak dapat menjamin ketahanan pada tingkat rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tingkat pangsa pengeluaran pangan rumah tangga di Kabupaten Pasaman, (2) mengetahui tingkat konsumsi pangan berdasarkan nilai angka kecukupan energi rumah tangga di Kabupaten Pasaman, (3) mengetahui tingkat ketahanan pangan rumah tangga di Kabupaten Pasaman, dan (4) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan rumah tangga di Kabupaten Pasaman. Data penelitian berasal dari Survei Sosial Ekonomi Nasional dengan jumlah sampel 614 rumah tangga. Analisis tingkat ketahanan pangan rumah tangga berdasarkan klasifikasi silang Jonsson dan Toole antara pangsa pengeluaran pangan dan angka kecukupan energi. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan rumah tangga menggunakan regresi logistik biner. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) rumah tangga di Kabupaten Pasaman memiliki pangsa pengeluaran pangan pada kategori rendah sebesar 51,95% dan kategori tinggi sebesar 48,05%, (2) rumah tangga di Kabupaten Pasaman cukup mengkonsumsi energi sebesar 86,97% dan kurang mengkonsumsi energi sebesar 13,03%, (3) rumah tangga di Kabupaten Pasaman berada pada kondisi tahan pangan sebesar 42,58%, rentan pangan 44,37%, kurang pangan 9,30%, dan rawan pangan 3,75%, dan (4) faktor faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan rumah tangga di Kabupaten Pasaman yaitu pendapatan, umur kepala rumah tangga, dan pendidikan ibu rumah tangga meningkatkan probabilitas ketahanan pangan rumah tangga, sedangkan jumlah anggota rumah tangga, harga beras, harga telur, harga ikan, dan harga daging menurunkan probabilitas ketahanan pangan rumah tangga.

Pasaman Regency is a regency in West Sumatra Province that is included in the food security area. Food security at the regional level cannot guarantee security at the household level. This study aims to (1) the share level of household food expenditure, (2) the level of food consumption based on the value of the household energy adequacy rate, (3) the level of household food security, and (4) know the factors that affect household food security. The research data comes from the National Socio-Economic Survey with a total sample of 614 households. The analysis of the level of household food security is based on the Jonsson and Toole cross-classification between the share of food expenditure and the energy adequacy rate. The analysis of factors affecting household food security used binary logistic regression. The results of this study indicate that (1) households in Pasaman Regency have a share of low food expenditure of 51.95% and high of 48.05%, (2) households in Pasaman Regency consume enough energy of 86.97% and consume less energy by 13.03%, (3) households in Pasaman Regency are in a condition of food security at 42.58%, vulnerable 44.37%, questionable 9.30%, and food insecurity 3.75%, and (4) the factors that influence household food security in Pasaman Regency is income, age of the head of the household, and education of housewives increase the probability of household food security, while the number of household members, rice prices, egg prices, prices fish, and meat prices reduce the probability of household food security.

Kata Kunci : Pangsa Pengeluaran Pangan, Angka Kecukupan Energi, Ketahanan Pangan

  1. S1-2021-398887-abstract.pdf  
  2. S1-2021-398887-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-398887-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-398887-title.pdf