Laporkan Masalah

Deteksi Spodoptera frugiperda pada Area Pertanaman Jagung dan Non Jagung

PRADITYA RIZQI NOVANTO, Dr. Suputa, S.P., M.P.

2021 | Skripsi | S1 PROTEKSI TANAMAN

Deteksi terhadap Spodoptera frugiperda penting dilakukan karena merupakan hama penting bagi tanaman jagung, sehingga petani dapat melakukan tindakan preventif dengan memantau jumlah dan persebaran dari serangga hama tanaman jagung untuk mengurangi kerugian. Deteksi dilakukan dengan survei pengamatan secara langsung di lapangan dan menggunakan perangkap feromon pada tiga jenis lahan yang berbeda yaitu, pada lahan yang tidak pernah ditanami oleh tanaman jagung sama sekali, lahan yang ditanami jagung secara periodik, dan lahan yang ditanami jagung secara terus menerus. Berdasarkan deteksi langsung di lapangan didapatkan dua larva pada hari pengamatan yang berbeda dan ditemukan koloni telur S. frugiperda. Keberadaan dan jumlah populasi S. frugiperda di lapangan dipengaruhi oleh ketersediaan tanaman inang pada lingkungan yaitu, tanaman jagung. Dipengaruhi juga oleh faktor kondisi lingkungan, seperti iklim mikro, pengendalian populasi oleh petani, dan keberadaan musuh alami S. frugiperda di alam bebas seperti ditemukannya Telenomus sp.. Berdasarkan dari keberadaan tanaman inangnya hanya terdapat jagung yang merupakan tanaman budidaya yang mempengaruhi keberadaan S. frugiperda di lapangan. Berdasarkan hasil pemasangan perangkap feromon pada ketiga lahan yang berbeda tidak ada hasil tangkapan S. frugiperda yang terperangkap pada perangkap feromon.

Detection of Spodoptera frugiperda is necessary to do since it is an important pest for maize. Therefore, farmers can take preventive measures by monitoring the number and distribution of the maize pest to reduce losses. This detection was carried out by direct observation surveys in the field. Pheromone traps were installed in three different types of land namely, land that has never been planted with corn at all, land was planted with corn periodically, and land was planted with corn continuously. Based on the direct detection in the field, two larvae were found on different days of observation. Moreover, egg colonies of S. frugiperda were discovered. The presence and number of S. frugiperda populations in the field were influenced by the availability of host plants in the environment, such as maize. It was also influenced by environmental conditions i.e. microclimate, population control by farmers, and the presence of natural enemies of S. frugiperda in the wild such as the discovery of Telenomus sp. in the field. Based on the results of pheromone traps installation in the three different lands, none S. frugiperda were caught in the pheromone traps.

Kata Kunci : S. frugiperda, deteksi, feromon trap

  1. S1-2017-412807-abstract.pdf  
  2. S1-2017-412807-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-412807-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-412807-abstract.pdf  
  5. S1-2021-412807-bibliography.pdf  
  6. S1-2021-412807-tableofcontent.pdf  
  7. S1-2021-412807-title.pdf