Laporkan Masalah

ASEAN TRANSBOUNDARY HAZE POLLUTION: THE IMPLEMENTATION OF INDONESIAN LEGAL FRAMEWORK

ASTRID ADELYA NATASY, Prof. Dr. Marsudi Triatmodjo, S.H., LL.M.

2021 | Skripsi | S1 HUKUM

Kebakaran hutan dan lahan hampir selalu terjadi di Indonesia. Praktek tebang bakar, pembukaan lahan, baik karena kebakaran terencana maupun musim kemarau merupakan penyebab utama kebakaran hutan dan/atau lahan yang menimbulkan asap tebal yang melintasi batas-batas negara sehingga menimbulkan kabut asap regional. Menanggapi masalah kabut asap, ASEAN membentuk ASEAN Transboundary Haze Pollution Agreement. Tesis ini mengkaji bagaimana kesepakatan tersebut mengatasi masalah kabut asap dan implementasi hukum domestik Indonesia yang sesuai dengan kesepakatan tersebut. Pemerintah Indonesia aktif mengajukan tuntutan terhadap pelaku kebakaran hutan dan/atau lahan. Meskipun ada beberapa peraturan yang menangani masalah ini, implementasinya tidak sempurna. Celah kesempatan korupsi, suap dan minimnya peraturan pelaksanaan berdampak negatif dalam penegakannya.

Forest and land fires almost constantly occur in Indonesia. Slash and burn practice, open drainage, land fires, either due to premeditated deliberate fires or the dry season, are the main leading causes of forest and/or land fires that cause sooty and thick smoke that travel across national boundaries creating regional haze. In response to the haze problem, ASEAN established ASEAN Transboundary Haze Pollution Agreement. This The thesis examines how the agreement addresses the haze problem and the implementation of the Indonesian domestic legal framework corresponding to the agreement. The Indonesian government is active in filing lawsuits against private actors to commit to AATHP. Despite the handful regulations addressing the issue, the implementation is not flawless. The feasibility of corruption and the lack of implementing regulation have negative impacts in the enforcement.

Kata Kunci : ASEAN, transboundary haze pollution, international environmental law