REPRESENTASI WACANA SEKSUALITAS PEREMPUAN MELALUI ARTIVISME (Studi Etnografi Life History Pemilik Akun Instagram Laviaminora)
NANING ENDAH SARI, Dr. Phil. Arie Setyaningrum Pamungkas, M.A.
2021 | Skripsi | S1 SOSIOLOGIDibalik perdebatan moralitas di era reformasi, tidak dapat dipungkiri bahwa wacana feminisme telah merasuk di kehidupan masyarakat. Salah satunya terlihat dari munculnya perempuan-perempuan di ruang publik yang membawa isu feminisme serta seksualitas, termasuk Farah. Farah merupakan seorang seniman yang berdomisili di Jogja dan mengangkat isu seksualitas dalam karya-karyanya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami mengenai sejarah kehidupan Farah yang membentuk pribadinya menjadi vokal terhadap isu feminisme dan seksualitas khususnya melalui aktivisme dan seni (artivisme). Serta melihat bagaimana wacana seksualitas yang ada di akun media sosial instagram maupun melalui bukunya Kelam Kelamin. Penelitian ini menggunakan metode life-history dengan analisis teori dramaturgi oleh Erving Goffman. Kajian ini mendapati bahwa wacana seksualitas perempuan yang digayangkan Farah berakar dari pengalaman pribadinya yang sangat traumatis terhadap kekerasan seksual. Dalam buku 'Kelam Kelamin' yang ditulisnya, berisi kisah-kisah pelecehan seksualnya dan orang lain. Dampaknya adalah para pengikut instagram maupun pembaca buku Kelam Kelamin memiliki keterikatan yang kuat kepada Farah karena ketertarikan mereka terhadap isu perempuan dan seksualitas. Hasil kajian ini juga menunjukkan bahwa konsekuensi dari vokalnya Farah melalui artivisme khususnya terhadap isu feminisme dan seksualitas menyebabkan dia harus berusaha menegosiasikan diri dalam menempatkan diri yang sesuai khususnya pada teman dan keluarganya.
Beyond the debate on morality in the reform era, it is undeniable that the discourse of feminism has permeated people's lives. One of them can be seen from the emergence of women in public spaces who bring issues of feminism and sexuality, including Farah. Farah is an artist who lives in Yogyakarta and raises the issue of sexuality in her works. This study aims to understand the history of Farah's life, which has shaped her personality to be vocal on feminism and sexuality issues especially throuh art and activism (artivism). Moreover, this study also explores the discourse of sexuality on her Instagram account and her book 'Kelam Kelamin'. This study uses life-history method and the analysis of dramaturgy theory by Erving Goffman. The study finds out that the discourse of female sexuality that Farah is bringing about is rooted in her traumatic experiences about sexual violence. In her recently published book 'Kelam Kelamin', she narrates some stories of her own experiences and other people's about sexual abuse or sexual violence. As the matter of such facts, both Farah's Instagram followers and the readers of her book seem to have strong organic engagement to Farah as a figure, due to the followers interests in women's issues and sexuality. The study result also signifies the consequence of Farah's outstanding vocal artivism on the issues of feminism and sexuality has been pushed her to negotiate her 'acceptance' to be appropriated by her friends and family.
Kata Kunci : Feminisme, wacana seksualitas, seksualitas perempuan, media sosial Instagram, dramaturgi, ambiguitas moralitas, artivisme.