HUBUNGAN AKSES SUMBER INFORMASI GIZI DAN PENGETAHUAN GIZI TERHADAP PREFERENSI MAKANAN SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA YOGYAKARTA
PUTRI SYAKIRA, Setyo Utami Wisnusanti., S.Gz, MPH; Dr. Siti Helmyati, DCN, M.Kes
2021 | Skripsi | S1 GIZI KESEHATANLatar Belakang: Salah satu bentuk perubahan perilaku pada masa remaja adalah perubahan perilaku makan baik mengarah ke perilaku makanan yang sehat atau cenderung berubah kepada perilaku makanan yang tidak sehat. Perilaku remaja yang di dukung oleh sikap remaja yang suka mencoba-coba dan mengonsumsi makanan cepat saji. Salah satu penyebab masalah gizi dikarenakan kurangnya pengetahuan akan gizi yang kemudian dapat menyebabkan kesalahan dalam pemilahan makanan. Pengetahuan terkait pemilihan bahan makanan dan perilaku konsumsi sehari-hari sangat berpengaruh pada status gizi seseorang karena semakin baik pengetahuan terhadap gizi maka semakin diperhatikan juga jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi. Metode: Jenis kuantitatif dengan desain penelitian potong lintang (Cross Sectional Study). Lokasi penelitian pada SMPN 8 Yogyakarta dan SMPN I Kalibawang. Waktu penelitian pada bulan April sampai bulan Mei 2021. populasi penelitian dalam penelitian adalah kelas 8 SMP Yogyakarta. Data yang digunakan data primer yang diperoleh dari kuesioner daring. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus dihitung dengan rumus besar sampel untuk penelitian cross-sectional proporsi 2 populasi. Diperoleh masing-masing sekolah 54 sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan simple random sampling untuk penentuan populasi dan metode purposive samplings untuk penentuan sampel. Alat analisis yang digunakan uji rank spearman dan mann whithey U. Hasil: hubungan akses sumber informasi anggota keluarga, akses sumber informasi dari teman dan sahabat, tenaga kesehatan profesional, sumber online, dan media massa tradisional dengan pengetahuan gizi siswa SMP DIY tidak signifikan (p-value > 0,05). Hubungan pengetahuan gizi dengan preferensi makanan rendah energi siswa SMP DIY tidak signifikan. Hubungan pengetahuan gizi dengan preferensi makanan tinggi energi siswa SMP DIY tidak signifikan. Hubungan antara uang saku dengan preferensi makanan rendah energi siswa SMP DIY tidak signifikan. Hubungan antara uang saku dengan preferensi makanan tinggi energi Siswa SMP DIY tidak signifikan. Hubungan pendapatan keluarga dengan preferensi makanan rendah energi Siswa SMP DIY tidak signifikan. Hubungan pendapatan keluarga dengan preferensi makanan tinggi energi Siswa SMP DIY tidak signifikan. Simpulan: Akses sumber informasi (Anggota Keluarga, teman/sahabat, tenaga ahli profesional, media masa online dan media masa tradisional) tidak memiiki hubungan terhadap pengetahuan gizi siswa SMP DIY. Pengetahuan gizi, pendapatan orang tua dan uang saku tidak memiliki hubungan yang nyata dengan preferensi makanan rendah energi ataupun dengan makanan tinggi energi.
Background: One form of behavior change in adolescence is a change in eating behavior either leading to healthy food behavior or tending to change to unhealthy food behavior. Adolescent behavior is supported by the attitude of teenagers who like to try and eat fast food. One of the causes of nutritional problems is due to lack of knowledge of nutrition which can then lead to errors in food sorting. Knowledge related to the selection of foodstuffs and daily consumption behavior is very influential on a person's nutritional status because the better the knowledge of nutrition, the more attention is paid to the amount and type of food consumed. Method: Quantitative type with cross-sectional study design (Cross Sectional Study). The research location is at SMPN 8 Yogyakarta and SMPN I Kalibawang. The research time is from April to May 2021. The research population in this study is the 8th grade of SMP Yogyakarta. The data used are primary data obtained from online questionnaires. Determination of the number of samples using the formula calculated by the sample size formula for a cross-sectional study of the proportion of 2 populations. Each school obtained 54 samples. The data collection technique used simple random sampling for population determination and purposive sampling method for sample determination. The analytical tool used is Spearman rank test and Mann Whitey U test. Results: The relationship between access to information sources for family members, access to information sources from friends and friends, health professionals, online sources, and traditional mass media with nutritional knowledge of Yogyakarta Junior High School students is not significant (p-value > 0.05). The relationship between nutritional knowledge and low energy food preferences of Yogyakarta Junior High School students is not significant. The relationship between nutritional knowledge and high energy food preferences of Yogyakarta Junior High School students is not significant. The relationship between pocket money and low energy food preferences of Yogyakarta Junior High School students is not significant. The relationship between pocket money and high energy food preferences for students of SMP DIY is not significant. The relationship between family income and low energy food preferences for SMP DIY students is not significant. The relationship between family income and high energy food preferences for students of SMP DIY is not significant. Conclusion: Access to information sources (Family members, friends/friends, professional experts, online mass media and traditional mass media) does not have a relationship with the nutritional knowledge of Yogyakarta Junior High School students. Nutritional knowledge, parental income and pocket money do not have a significant relationship with the preference for low-energy foods or with high-energy foods.
Kata Kunci : sumber informasi gizi siswa, pengetahuan gizi siswa, preferensi makanan siswa.