Perbedaan Bias Optimis Penjamah Makanan Berdasarkan Kategori Skor Keamanan Pangan Kantin Di Universitas Gadjah Mada Selama Pandemi Covid-19
ANGGI SHAOFIKA AZI, R. Dwi Budiningsari, S.P., M.Kes, Ph.D; Ika Ratna Palupi, S.Gz., M.Sc.
2021 | Skripsi | S1 GIZI KESEHATANLatar belakang : Penjamah makanan kantin memegang peranan penting dalam proses penyediaan makanan yang aman dan sehat di lingkungan kampus khususnya pada masa pandemi Covid-19 seperti sekarang. Pada praktiknya, seorang penjamah makanan memiliki kecenderungan untuk terlalu optimis terhadap risiko yang disebut dengan fenomena bias optimis. Individu yang terlalu optimis akan lebih sulit menerapkan tindakan pencegahan untuk menjaga kesehatan dan berakibat pada penurunan kualitas keamanan pangan yang dapat digambarkan melalui Skor Keamanan Pangan (SKP). Tujuan : Mengetahui perbedaan bias optimis penjamah makanan berdasarkan Skor Keamanan Pangan (SKP) kantin di UGM selama pandemi Covid-19. Metode : Penelitian observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional pada 13 penjamah makanan dari 8 kios kantin di Universitas Gadjah Mada pada bulan Juni 2021. Instrumen penelitian berupa kuesioner bias optimis dan formulir SKP. Variabel bebas penelitian adalah bias optimis dan variabel terikat adalah SKP. Analisis statistik yang digunakan adalah uji beda Independent Sample T-test dan p < 0,05 menunjukkan hasil yang signifikan. Hasil : Analisis bias optimis terhadap 13 penjamah makanan pada 5 kios kantin dengan SKP aman dan 3 kios kantin dengan SKP rawan menunjukkan nilai p = 0,893. Kesimpulan : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara bias optimis penjamah makanan pada kantin dengan SKP aman dan rawan di UGM.
Background : Canteen food handlers play an important role in the process of providing safe and healthy food in campus environment, especially during Covid-19 pandemic. In practice, a food handlers has a tendency to be overly optimistic about risk which called the optimistic bias phenomenon. Individuals who are too optimistic may neglect preventive action to maintain health and result in decrease the food safety quality which can be described by Food Safety Score (FSS). Objective : To find out the differences of food handlers optimistic bias based on food safety score of Gadjah Mada University Canteen during Covid-19 pandemic. Methods : Observational research using cross-sectional study design involving 13 food handlers from 8 canteen at Gadjah Mada University in June 2021. Data collections used questionnaires of bias optimistic and Food Safety Score (FSS) form. For the data analysis, Independent Sample T-test were used, and p < 0.05 was considered significant. Results : Optimistic bias analysis of 13 food handlers from 5 canteen kiosks with safe FSS category and 3 canteen kiosks with vulnerable FSS category showed p = 0.893. Conclusions : There is no significant difference between the optimistic bias of food handlers in canteen kiosk with safe FSS category and vulnerable FSS category.
Kata Kunci : bias optimis, penjamah makanan, skor keamanan pangan, kantin