TAGANA dan Solidaritas Masyarakat Terdampak Bencana Studi tentang Peran Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten Sleman dalam Menumbuhkan Solidaritas di Tengah Masyarakat yang Terdampak Bencana Erupsi Gunung Merapi
ANNISA EKA W, Dr. M. Falikul Isbah, G.D.Soc., M.A.
2021 | Skripsi | S1 SOSIOLOGIIndonesia adalah salah satu negara yang rawan dan berisiko terhadap terjadinya bencana. Bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu membuat masyarakat perlu lebih siaga dalam menghadapinya. Edukasi tentang kesiapsiagaan bencana perlu disiapkan agar dapat membantu meminimalisir dampak yang diakibatkan dari bencana baik dari segi fisik, sosial, maupun ekonomi. Penanggulangan kebencanaan di setiap daerah dilakukan dengan cara dan mekanisme masing-masing. Di Kabupaten Sleman pemerintah mengerahkan relawan siaga bencana yaitu Taruna Siaga Bencana (TAGANA) sebagai upaya menanggulangi bencana mulai dari mitigasi hingga pemulihan terhadap korban. Penelitian ini mengkaji eksistensi dan peran TAGANA Kabupaten Sleman dalam menanggulangi bencana serta menumbuhkan solidaritas masyarakat yang terdampak bencana erupsi Gunung Merapi. Dalam penelitian ini digunakan teori modal sosial yang mana teori ini berkaitan dengan proses pengelolaan, peningkatan, dan pendayagunaan relasi sosial sebagai sumber daya yang dapat diinvestasikan dengan tujuan memperoleh keuntungan ekonomi dan sosial. Kemudian metode yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam. Informan merupakan pengurus TAGANA Kabupaten Sleman, Kepala Bidang atau Kepala Seksi Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sleman, dan beberapa masyarakat di Kalurahan Girikerto, Kalurahan Wukirsari, dan Kalurahan Hargobinangun. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif yang digunakan untuk mendeskripsikan eksistensi dan peran TAGANA dalam penanggulangan bencana serta menumbuhkan solidaritas masyarakat yang terdampak bencana erupsi Gunung Merapi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa keberadaan TAGANA di Kabupaten Sleman telah diterima oleh sebagian besar masyarakat. TAGANA dalam penanggulangan erupsi Gunung Merapi terutama di tahun 2010 berperan dari tahap pra erupsi hingga pasca erupsi. Pada proses penanggulangan bencana, TAGANA melibatkan masyarakat untuk saling membantu meminimalisir dampak yang terjadi akibat erupsi. Sehingga dengan dilibatkannya masyarakat dalam proses ini dapat membuat masyarakat lebih siaga untuk mempersiapkan diri jika bencana terjadi sewaktu-waktu. Keberadaan TAGANA memberikan dampak positif bagi masyarakat baik dalam peningkatan kesadaran dalam mitigasi bencana hingga menumbuhkan solidaritas untuk membangun kembali kehidupan pasca bencana erupsi Gunung Merapi.
Indonesia is one of the countries that are vulnerable and at risk of disasters. Disasters that can occur at any time make people need to be more alert in dealing with them. Education on disaster preparedness needs to be prepared in order to help minimize the impact caused by disasters from a physical, social, and economic perspective. Disaster management in each region is carried out in different ways and mechanisms. In Sleman Regency, the government mobilized disaster preparedness volunteers, namely Taruna Siaga Disaster (TAGANA) as an effort to deal with disasters ranging from mitigation to recovery for victims. This study examines the existence and role of TAGANA in Sleman Regency in tackling disasters and fostering community solidarity affected by the eruption of Mount Merapi. In this study, the theory of social capital is used which is related to the process of managing, improving, and utilizing relational resources as a resource that can be invested with the aim of obtaining economic and social benefits. Then the method used is a qualitative method, with data collection techniques through observation and in-depth interviews. The informants are administrators of TAGANA Sleman Regency, Head of Section or Section Head of Social Protection and Security of the Social Service of Sleman Regency, and several communities in Girikerto Village, Wukirsari Village, and Hargobinangun Village. This study uses a qualitative descriptive analysis that is used to describe the existence and role of TAGANA in disaster management and to foster community solidarity that caused the eruption of Mount Merapi. The results of this study explain that the existence of TAGANA in Sleman Regency has been accepted by most of the people. TAGANA in dealing with the eruption of Mount Merapi, especially in 2010 played a role from the pre-eruption to post-eruption stages. In the disaster management process, TAGANA involves the community to help each other minimize the impact caused by the eruption. So that the involvement of the community in this process can make the community more alert to prepare themselves if a disaster occurs at any time. The existence of TAGANA has a positive impact on the community, both in increasing awareness in disaster mitigation to fostering solidarity to rebuild life after the eruption of Mount Merapi.
Kata Kunci : Kebencanaan, Penanggulangan Bencana, Solidaritas, TAGANA