Monitoring Perubahan Hutan Mangrove Menggunakan Citra Sentinel 2A di Segara Anakan, Kabupaten Cilacap Tahun 2017, 2019, dan 2021
NURUL FAUZIA MULYANI, Dwi Setyo Aji, S.Si, M.Sc
2021 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIHutan mangrove di Segara Anakan memiliki potensi yang sangat besar dari segi ekonomi maupun ekologi. Berdasarkan segi ekonomi, hutan mangrove di Segara Anakan menyumbang kurang lebih 70% hasil total produksi perikanan, sedangkan dari segi ekologi dapat mencegah sedimentasi dan abrasi. Peningkatan aktivitas manusia telah mempengaruhi kondisi dan luas hutan mangrove di Segara Anakan setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk pemantauan hutan mangrove di Segara Anakan menggunakan data citra Sentinel 2A. Penelitian ini menggunakan data citra Sentinel 2A yang diperoleh pada tahun 2017, 2019, dan 2021 dengan metode pemrosesan Optimum Index Factor dan overlay dari hasil klasifikasi multispektral maximum likelihood. Validasi hasil klasifikasi dilakukan dengan pengambilan sampel menggunakan metode stratified random sampling untuk membandingan hasil klasifikasi multispektral dengan data lapangan. Tingkat akurasi yang didapatkan dari pengolahan citra Sentinel 2A tahun 2017 yaitu 76,44%, tahun 2019 sebesar 75,52%, tahun 2021 sebesar 80,62%. Hasil penelitian menunjukkan luas hutan mangrove tahun 2017 sebesar 7.767,72 Ha, tahun 2019 sebesar 7.561,52 Ha, dan pada tahun 2021 sebesar 7.750,12 Ha. Berdasarkan peta yang dihasilkan pola persebaran hutan mangrove di Segara Anakan berada di Kec. Kampung Laut, Cilacap Tengah, Cilacap Selatan, Cilacap Utara, Bantarsari, Kawunganten, Jeruklegi, Kesugihan dan Patimuan. Perubahan hutan mangrove paling dominan yaitu menjadi lahan non-mangrove.
Mangrove forests in Segara Anakan have an enormous potential range from an economic and ecological perspective. From an economic point of view, the mangrove forests in Segara Anakan account for approximately 70% of the total fishery production, while from an ecological perspective can prevent sedimentation and abrasion. Increase in human activities have affected the condition and area of the mangrove forests in Segara Anakan every year. This research aims to monitor mangrove forests in Segara Anakan using Sentinel 2A image data. This research incorporated Sentinel 2A image data acquired in 2017, 2019, and 2021 with the Optimum Index Factor processing method and overlays from the maximum likelihood multispectral classification results. Validation of the classification results was carried out by taking samples using the stratified random sampling method to compare with the results of the multispectral classification with field data. The accuracy rate obtained from Sentinel 2A image processing in 2017 is 76,44%, in 2019 it is 75,52%, in 2021 it is 80,62%. The results show that the area of mangrove forest in 2017 is 7,767.72 Ha, in 2019 it is 7,561.52 Ha, and in 2021 it is 7,750.12 Ha. Based on the resulting map, the distribution pattern of mangrove forests in Segara Anakan is located in Kampung Laut District, Cilacap Tengah, Cilacap Selatan, Cilacap Utara, Bantarsari, Kawunganten, Jeruklegi, Kesugihan dan Patimuan. The most dominant change in mangrove forests is into non-mangrove land.
Kata Kunci : Mangrove, Sentinel 2A, Klasifikasi Multispektral