Laporkan Masalah

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DUSUN PULESARI MENJADI DESA WISATA PULESARI PADA TAHUN 2010-2020

ADDIN AZIZ F, Dr. Suharman, M.Si.

2021 | Skripsi | S1 SOSIOLOGI

Erupsi Gunung Merapi pada 2010 silam berdampak pada hancurnya pertanian salak pondoh milik masyarakat Dusun Pulesari. Kehancuran tersebut justru menjadi pematik bagi dimulainya babak baru kehidupan di Dusun Pulesari. Proses menunggu salak pondoh berbuah yang memakan waktu lebih dari satu tahun, memunculkan ide dari Didik dan Sarjana untuk menggagas Desa Wisata Pulesari. Gagasan tersebut mereka realisasikan bersama dengan masyarakat pada 2012. Penelitian ini bertujuan untuk melihat proses masyarakat Dusun Pulesari menjadi Desa Wisata Pulesari. Penelitian ini dibuat dengan metode kualitatif. Adapun pengumpulan sumbernya dilakukan dengan studi pustaka dan wawancara. Dalam menganalisa sumber, peneliti menggunakan sudut pandang pasca bencana, pemberdayaan masyarakat, dan perubahan sosial. Dari penelitian yang sudah dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa (1) Dusun Pulesari menjadi Desa Wisata Pulesari pada 2012 dan memperoleh wisatawan pertama pada 2013; (2) keseluruhan proses dari dusun menjadi desa wisata dilakukan secara mandiri oleh masyarakat; (3) kesuksesan dan dampak dari adanya desa wisata terlihat jelas pada 2014-2019; dan (4) pandemi Covid-19 pada Maret 2020 membuat Desa Wisata Pulesari menutup diri dari wisatawan. Kendati demikian, mereka tetap berkegiatan dengan berbenah untuk menyiapkan era new normal

The Merapi eruption in 2010 had an impact on the destruction of salak pondoh farm which were owned by the people of Pulesari Hamlet. The destruction became the lighter for the start of a new chapter in Pulesari Hamlet. The process of waiting for salak pondoh that took more than a year, gave the idea from Didik and Sarjana to initiate Pulesari Tourism Village. The idea was realized with the villagers in 2012. This research aims to see the process of Pulesari Hamlet becoming Pulesari Tourism Village. This research was created by a qualitative method. The collection of resources was done by library studies and interviews. In analyzing the sources, researchers used post-disaster viewpoints, community empowerment, and social changes. From the research, the conclusion are (1) Pulesari Hamlet became Pulesari Tourism Village in 2012 and got the first tourists in 2013; (2) the entire process from hamlet to tourism village conducted independently by the villagers; (3) the success and impact of the tourist villages was clearly visible in 2014-2019; and (4) the Covid-19 pandemic in March 2020 caused Pulesari Tourism Village closed itself from tourists. Nevertheless, they continued to work and improved to prepare for the new normal era.

Kata Kunci : Desa Wisata Pulesari, pasca becana, pemberdayaan masyarakat

  1. S1-2021-399437-abstract.pdf  
  2. S1-2021-399437-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-399437-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-399437-title.pdf