Hubungan Klasifikasi Gigi Impaksi Gigi Molar Ketiga Rahang Bawah dengan Jumlah Ampul Anestesi Lokal Lidokain HCl 2% dengan Adrenalin 1:80.000 Pada Tindakan Odontektomi
ALVIRA RATNA MONICA, drg. Cahya Yustisia Hasan, Sp.BM(K);drg. Bramasto Purbo Sejati, Sp. BMM(K)
2021 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN GIGIOdontektomi merupakan tindakan pembedahan yang dilakukan untuk pencabutan kasus gigi impaksi. Anastesi lokal lidokain HCl 2% dengan adrenalin 1:80.000 banyak digunakan sebagai bahan anastesi lokal untuk odontektomi. Tujuan penelitian ini adalah mencari hubungan antara klasifikasi gigi impaksi molar ketiga rahang bawah dengan jumlah dosis anastesi lokal lidokain HCl 2% dengan adrenalin 1:80.000 pada tindakan odontektomi di RSGM UGM Prof. Soedomo Yogyakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian retrospektif dengan jumlah sampel sebanyak 91 data yang didapatkan dari rekam medis pasien odontektomi di RSGM UGM Prof. Soedomo tahun 2019. Pengamatan dilakukan dengan melihat klasifikasi gigi impaksi molar ketiga rahang bawah dan jumlah ampul anastesi lokal lidokain HCl 2% dengan adrenalin 1:80.000 pada rekam medis pasien dengan kelompok usia 17-35 tahun, dan data diolah menggunakan uji Spearman. Hasil penelitian menujukkan bahwa klasifikasi gigi impaksi molar ketiga rahang bawah tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap jumlah dosis anastesi lokal lidokain HCl 2% dengan adrenalin 1:80.000 pada tindakan odontektomi (p>0.05). Kesimpulan yang diperoleh yaitu tidak ada hubungan yang signifikan antara klasifikasi gigi impaksi molar ketiga rahang bawah dengan jumlah ampul anestesi lokal lidokain HCl 2% dengan adrenalin 1:80.000 pada tindakan odontektomi di RSGM UGM Prof. Soedomo Yogyakarta.
Odontectomy is a surgical removal treatment of impacted teeth. Local anesthesia such as lidocaine HCl 2% is a common anesthesia used and vasoconstrictor is added to give a better result. The objective of this study it to determine the correlation between mandibular third molar impaction classification and the amount of lidocaine HCl 2% with adrenaline 1:80.000 as local anesthesia used in odontectomy treatment in RSGM UGM Prof. Soedomo Yogyakarta. This study is a retrospective study with the total samples of 91 data collected from patient undergo odontectomy surgery on year 2019 in RSGM UGM Prof. Soedomo. Observation is made by mandibular third molar impaction classification and amount of local anesthesia ampoule consisting of lidocaine HCl 2% with adrenaline 1:80.000 used in patient�¢ï¿½ï¿½s medical record. The age group of samples in this study is 17-35 years old. All of the data is processed with Spearman Correlation test. Result of this study shows that there is no significant correlation (p>-0.05) between mandibular third molar impaction classification and the amount of lidocaine HCl 2% with adrenaline 1:80.000 as local anesthesia used in odontectomy treatment. The conclusion of this study is there is no significant correlation between mandibular third molar impaction classification and the amount of lidocaine HCl 2% with adrenaline 1:80.000 as local anesthesia used in odontectomy treatment in RSGM UGM Prof. Soedomo Yogyakarta.
Kata Kunci : Anestesi Lokal, Gigi Impaksi, Klasifikasi Pell dan Gregory, Molar Ketiga Rahang Bawah, Odontektomi, Impacted tooth, Local Anesthesia, Mandibular Third Molar, Odontectomy, Pell and Gregory Classification.