KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA DI KABUPATEN LOMBOK UTARA PASCA GEMPA BUMI TAHUN 2018
SHABILLA USWATUN HASANAH, Arini Wahyu Utami, S.P., M.Sc., Ph.D.;Dr. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec.
2021 | Skripsi | S1 EKONOMI PERTANIAN DAN AGRIBISNISPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui perbedaan pangsa pengeluaran pangan rumah tangga sebelum dan setelah terjadinya bencana gempa bumi di Kabupaten Lombok Utara; (2) mengetahui perbedaan tingkat kecukupan energi rumah tangga sebelum dan setelah terjadinya bencana gempa bumi di Kabupaten Lombok Utara; dan (3) mengetahui perbedaan tingkat ketahanan pangan sebelum dan sesudah bencana alam gempa bumi di Kabupaten Lombok Utara. Metode dasar yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan metode analisis Jonsson and Toole yang merupakan persilangan antara pangsa pengeluaran pangan dan tingkat kecukupan energi. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Lombok Utara. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu data Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) tahun 2018 dan 2019, dengan sampel rumah tangga yang berbeda pada kedua tahun tersebut. Terdapat 518 rumah tangga yang menjadi sampel pada tahun 2018 dan 521 rumah tangga yang menjadi sampel pada tahun 2019. Pengujian hipotesis yang digunakan pada penelitian ini adalah Uji Non Parametrik Mann Whitney untuk membandingkan kondisi ketahanan pangan sebelum dengan setelah terjadi gempa bumi dengan alat uji SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pangsa pengeluaran pangan rumah tangga pasca terjadi gempa bumi (tahun 2019) lebih tinggi dibandingkan sebelum terjadi gempa bumi (tahun 2018); (2) tingkat kecukupan energi rumah tangga sebelum terjadi gempa bumi (tahun 2018) lebih rendah dibandingkan pasca terjadi gempa bumi (tahun 2019); (3) tingkat ketahanan pangan rumah tangga sebelum terjadi gempa bumi (tahun 2018) lebih rendah dibandingkan pasca terjadi gempa bumi (tahun 2019).
This study aims to (1) determine the difference in the share of household food expenditure before and after earthquake in North Lombok Regency; (2) knowing the difference in the level of household energy sufficiency level before and after the earthquake disaster in North Lombok Regency; and (3) knowing the difference in the level of food security before and after the earthquake in North Lombok Regency. The basic method used is descriptive quantitative with the Jonsson and Toole analysis method which is a cross between food expenditure and energy sufficiency level. The research was conducted in North Lombok Regency. This study uses secondary data, that was National Socio-Economic Survey (SUSENAS) data 2018 and 2019, with different household samples in the both years. There were 518 households that were sampled in 2018 and 521 households that were sampled in 2019. The hypothesis testing used in this study was the Mann Whitney Non-Parametric Test to compare the condition of food security before after the earthquake with the SPSS test tool. The results showed that (1) household food expenditure after the earthquake (in 2019) was higher than before the earthquake (in 2018); (2) the level of household energy sufficiency before the earthquake (in 2018) was lower than after the earthquake (in 2019); (3) the level of household food security before the earthquake (in 2018) was lower than after the earthquake (in 2019).
Kata Kunci : Gempa Bumi Lombok, Ketahanan Pangan, Kabupaten Lombok Utara, Metode Jonnson and Toole