Laporkan Masalah

Kultum Pemuda Tersesat: Mengonter Radikalisme di Indonesia Lewat Pelibatan Pemuda Kekinian

ESA SANG BHAGASKARA, Dr. Muhammad Najib, S.Sos., M.A.

2021 | Skripsi | S1 SOSIOLOGI

Radikalisme merupakan fenomena negatif ketika diekspresikan melalui intoleransi dan tindakan tak absah lainnya, semisal kekerasan, sehingga diperlukan adanya inisiatif kontra radikalisme sebagai upaya pencegahan. Secara konseptual, pemuda dapat dilihat sebagai subjek yang berada dalam fase transisi psikososial sehingga menjadi rentan terhadap radikalisme. Pelibatan negatif pemuda diasumsikan sebagai faktor kunci yang dapat menjaring pemuda ke dalam radikalisme. Maka dari itu, diperlukan adanya pelibatan pemuda yang dapat memberikan dampak positif terhadap inisiatif kontra radikalisme. Dengan memanfaatkan metode analisis konten kualitatif, penelitian ini menyimpulkan bahwa Kultum Pemuda Tersesat (KPT) merupakan pelibatan pemuda yang memiliki potensi untuk memberikan dampak positif terhadap inisiatif kontra radikalisme. Argumen ini didasari oleh tiga temuan pokok: [1] KPT mendasarkan nilai-nilai pelibatannya dengan ideologi 'Islam Cinta' yang mengedepankan nilai inklusif dan toleransi. [2] KPT menyesuaikan tren dengan memanfaatkan media sosial untuk membentuk ruang pelibatan yang emansipatif bagi pemuda. [3] KPT memanfaatkan komedi untuk menawarkan pendekatan religius alternatif bagi pemuda.

Radicalism could be a negative phenomenon when it is expressed through intolerance or other illegitimate methods, violence for instance. Regarding to such issue, contra radicalism initiatives were needed as preventive action. Conceptually, youth were seen as a subject in psychosocial phase which vulnerable to radicalism. Negative youth engagement assumed as a key factor that could encompassing youth into radicalism. Therefore, youth engagements which could give positive impact regarding contra radicalism initiatives are urgent. By using qualitative content analysis method, this research concluded that Kultum Pemuda Tersesat (KPT) is a youth engagement which could give positive impact for contra radicalism initiatives. This argument was based on three key finding: [1] KPT based its' engagement values with 'Islam Cinta' ideology which consist of inclusive and tolerance values. [2] KPT were adjusting its' self with the trend by taking advantages from social media to create an emancipate engagement spaces for youth. [3] KPT used comedy to offered an alternative religious approach for youth.

Kata Kunci : Kultum Pemuda Tersesat, Pemuda, Radikalisme, Pelibatan Pemuda, Kontra Radikalisme

  1. S1-2021-413249-abstract.pdf  
  2. S1-2021-413249-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-413249-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-413249-title.pdf