Hubungan pengetahuan dan sikap bidan desa terhadap keterampilan pencegahan hipotermia pada bayi berat lahir rendah di Kabupaten Purworejo
MULYANI, Nunung, Prof.dr. Mohammad Hakimi, SpOG.,PhD
2002 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang. Kelahiran bayi berat lahir rendah merupakan risiko tinggi terjadinya kematian perinatal yaitu 9,4 kali lebih tinggi dibandingkan dengan kelahiran dengan berat badan normal. Di negara berkembang termasuk di Indonesia setiap tahunnya lahir sekitar 19 juta BBLR dengan angka insidens berkisar 11–31persen. Di Kabupaten Purworejo sampai dengan Juli 2002 terdapat 471 bayi lahir dengan BBLR dari jumlah 10.198 kelahiran. Diantara 40 persen dari 80 persen kematian neonatal terjadi pada BBLR, dimana salah satu penyebab kematiannya karena bayi mengalami hipotermia. Di RS Nepali 80 persen bayi baru lahir mengalami hipotermia, mengingat hal tersebut di atas diperlukan penanganan yang serius dan intensive, agar risiko kematian akibat hipothermia dapat di cegah. Bidan desa merupakan petugas kesehatan di barisan terdepan menangani langsung proses kelahirannya diharapkan terampil serta memiliki pengetahuan dan sikap yang positif terhadap kasus bayi berat lahir rendah terutama dalam pencegahan hipothermia. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap bidan desa dengan keterampilan pencegahan hipotermia pada BBLR. Metode Penelitian. Penelitian ini bersifat survei observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Purworejo yang berlokasi di lima kecamatan masing-masing Kecamatan Bener, Kecamatan Kutoarjo, Kecamatan Bagelen, Kecamatan Butuh dan Kecamatan Gebang. Subjek penelitian adalah seluruh bidan desa yang pernah menolong persalinan BBLR. Sampel diambil secara total sampling dengan jumlah 53 orang bidan desa. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistik korelasi untuk melihat hubungan pengetahuan, sikap dengan keterampilan, uji multi regresi untuk mengetahui hubungan umur dan masa kerja dengan keterampilan. Hasil Penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang bermakna (p<0,05) antara pengetahuan dengan keterampilan bidan desa, demikian pula antara sikap dengan keterampilan bidan desa memiliki hubungan yang bermakna (p<0,05). Keeratan hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan keterampilan masing-masing rendah. Kesimpulan. Terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan keterampilan bidan desa dalam pencegahan hipotermia pada bayi berat lahir rendah (BBLR).
Background: Low birth weight babies have high risk of perinatal mortality, 9.4 times higher than the normal birth weight. In developing countries, one of which is Indonesia, approximately 19 million babies are low birth weight with the incident number around 11 – 31%. There are 471 low birth weight babies out of 10.198 births until July 2002 in Purworejo regency. Fourty percents out of 80% of neonatal mortality in low birth weight babies is caused by hypothermia. In Nepali Hospital 80% of newborn babies have hypothermia, therefore, a serious and intensive treatment is necessary that mortality risk of hypothermia can be prevented. Rural midwives as front- line medical officials who directly cope with labour process are expected to be skillful and have positive knowledge and attitude toward low birth weight babies cases, especially in hypothermia prevention. Objectives: This study was aimed at finding out the relationship between knowledge and attitude of rural midwives to hypothermia preventing skills to low birth weight babies. Methods: This was an observational analitic study using a cross-sectional approach. This study was held in Purworejo regency covering five districs, Bener, Kutoarjo, Bagelen, Butuh and Gebang. The subjects were all rural midwives who have ever helped labour process of low birth weight babies. The samples were obtained by using total sampling of 53 rural midwives. Correlation statistic test was used to analyze the correlation between knowledge, attitude, and skills. Multi regression test was used to analyze the correlation between age, work period, and skills. Results: The study showed that there was significant correlations (p<0.05) between knowledge and skills of rural midwives and also there was significant correlation (p<0.05) between attitude and skills of rural midwives. It is also shown the low correlation among knowledge, attitude, and skills. Conclusion: There is a relationship between knowledge and attitude, and skills of rural midwives in preventing hypothermia to low birth weight babies.
Kata Kunci : Kesehatan Anak,Hipotermia Bayi,Pengetahuan dan Sikap Bidan