Laporkan Masalah

Hubungan Antara Kondisi Lingkungan dan Fisik Rumah dengan Keberadaan Nyamuk Terkait Dengan Risiko Penularan Penyakit Tular Vektor Di Desa Adat Dusun Segenter Lombok Utara NTB

LAILA ANNISA RAHMAH, dr. Tri Baskoro Tunggul Satoto, M.Sc., Ph.D.; Dr. dra. Retna Siwi Padmawati, MA

2021 | Tesis | MAGISTER ILMU KEDOKTERAN TROPIS

ABSTRAK Indonesia memiliki 404.571 kasus penyakit tular vektor (Profil Kesehatan Indonesia, 2019). Lombok Utara merupakan salah satu daerah yang memiliki 549 kasus DBD dan 71 kasus malaria (Dinas Kesehatan NTB, 2020). Salah satu faktor yang mempengaruhi keberadaan vektor nyamuk adalah karakteristik sosial, budaya dan fisik rumah. Pulau Lombok dihuni oleh suku Sasak yang masih mempertahankan budayanya. Hal ini terlihat dengan ditemukannya desa-desa adat di Pulau Lombok, salah satunya adalah Desa Segenter yaitu kawasan pemukiman yang masih menganut adat setempat (Rayson et al., 2014). Kejadian malaria memiliki hubungan yang signifikan dengan kondisi fisik rumah (Nisrina Zahira Haqi, 2016). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat jenis nyamuk, dan menganalisis hubungan fisik rumah adat dan lingkungan dengan keberadaan nyamuk. Penelitian dilakukan di Desa Adat Segenter Dusun, dengan waktu penelitian Februari-April 2021. Metode yang digunakan adalah cross sectional, dengan populasi meliputi semua tipe rumah di Desa Adat Segenter dengan random sampling. Nyamuk dikumpulkan menggunakan aspirator dan light trap. Pengumpulan nyamuk dilakukan pada malam hari (18.00-22.00 WITA), dengan menangkap nyamuk resting di dalam rumah. Analisis korelasi dihitung dengan menggunakan analisis statistik chisquare SPSS. Hasil penelitian didapatkan 10 jenis nyamuk, genus Culex (quinquefasciatus, sitiens, fuscocephala, dan tritaeniorhynchus), Aedes (aegypti, albopictus, vexans, dan vigilax), Armigeres (kesseli) dan Verralina sp. dan larva Anopheles subpictus. Kondisi fisik rumah dan lingkungan yang memiliki hubungan yang signifikan dengan keberadaan nyamuk adalah pintu, dan kelembaban. Desa Adat Dusun Segenter dapat menjadi daerah yang potensial untuk menularkan penyakit yang ditularkan nyamuk karena adanya spesies nyamuk yang berperan sebagai vektor.

Indonesian have 404,571 cases of vector borne diseases (Profil Kesehatan Indonesia, 2019). North Lombok is one of the regions that has 549 cases of DHF and 71 cases of malaria (Dinas Kesehatan NTB, 2020). One of the factors that influence the presence of mosquito vectors is the social, cultural and physical characteristics of the house. Lombok Island is inhabited by Sasak people who still maintain their culture. This can be seen with the discovery of traditional villages at Lombok Island. One of that in North Lombok is the Segenter Village, that are residential areas that still adheres to local customs (Rayson et al., 2014). The incidence of malaria has a significant relationship with the physical condition of house (Nisrina Zahira Haqi, 2016). The purpose of this study is to see the species of mosquitoes, and analyze the physical relationship of traditional houses and environment with the presence of mosquitoes. The research was conducted in the Segenter Dusun Traditional Village, with the research time from February-April 2021. The method used was cross sectional, with the population covering all type houses in the Segenter Traditional Village with random sampling. Mosquitoes were collected using aspirator and light trap. Mosquitoes collection do at night (18.00-22.00 WITA), by catching mosquitoes resting in house. Correlation analysis was calculated by using SPSS chisquare statistical analysis. The results obtained that there are 10 species of mosquitoes, genera Culex (quinquefasciatus, sitiens, fuscocephala, and tritaeniorhynchus), Aedes (aegypti, albopictus, vexans, and vigilax), Armigeres (kesseli) and the Verralina sp. and the Anopheles subpictus larva. The physical house and environment have a significant relationship with the presence of mosquitoes are the door, and humidity. The Segenter Dusun Traditional Village can be an potential area to transmit mosquitoes borne diseases because presence of mosquito species that act as vectors.

Kata Kunci : malaria, dengue, traditional village, vektor

  1. S2-2021-448417-abstract.pdf  
  2. S2-2021-448417-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-448417-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-448417-title.pdf