INTEGRITAS PENYELENGGARA PEMILU (Studi Kasus Integritas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara dalam Pelaksanaan Pilkada Barito Selatan Tahun 2017)
ACIDIENI HARTATI, Amalinda Savirani, S.IP., MA.,PhD
2021 | Tesis | MAGISTER POLITIK DAN PEMERINTAHANPenelitian ini membahas tentang integritas penyelenggara pemilu di KPPS pada Pilkada Barito Selatan Tahun 2017. Tingginya angka partisipasi pemilih serta adanya penghargaan dari Kemendagri terhadap Kabupaten Barito Selatan karena dianggap sukses melaksanakan Pilkada Serentak Tahun 2017 dianggap sebagai suatu indikator kesuksesan dalan penyelenggaraan pemilihan. Namun beberapa polemik seperti kesalahan administrasi, ketidaknetralan dan pelanggaran dalam proses pemungutan dan perhitungan oleh petugas KPPS sebagai penyelenggara pemilu yang berkembang di lapangan mendorong peneliti untuk melakukan kajian mengenai integritas KPPS pada Pilkada Barito Selatan Tahun 2017. Dimana Integritas Pemilu sendiri merupakan salah satu tolak ukur dari Pemilu yang berkualitas. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana integritas KPPS sebagai penyelenggara pemilu dalam penyelenggaraan Pilkada Barito Selatan pada tahun 2017 dan faktor apa saja yang dapat mendukung dan melemahkan integritas petugas KPPS. Metode yang dipilih untuk melakukan kajian penelitian adalah metode kualitatif deskriptif. Jenis penelitian ini menggali fakta dan data yang dideskripsikan dari hasil pengumpulan dokumen, assessment secara cepat terhadap 21 KPPS dilanjutkan dengan in-depth interview, dokumentasi dan observasi. Indikator integritas penelitian ini menggunakan kajian teori EIP yang dikembangkan oleh Pippa Norris melalui 11 siklus Pemilu, namun dalam penelitian ini sendiri hanya menggunakan 4 parameter yang berhubungan langsung dengan KPPS. 4 Parameter tersebut adalah prosedur pemilu, proses pemungutan suara, proses penghitungan suara dan penyelenggara pemilu. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara umum anggota KPPS pada Pilkada Barito Selatan secara umum sudah berintegritas karena hasil dari Pilkada Barito Selatan 2017 berdasarkan 4 indikator EIP dari 21 assesment cepat. Namun berdasarkan fakta di lapangan melalui in-depth interview, ada beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas dari penyelenggara KPPS di Barito Selatan yaitu kesalahan administrasi, irreguralitas, pelanggaran proses pemungutan dan perhitungan suara serta ketidaknetralan anggota KPPS yang mengakibatkan integritas KPPS menurun dan patut dipertanyakan.
This study discusses the integrity of the election organizers at KPPS in the 2017 South Barito Regional Election. The high voter turnout rate and the Ministry of Home Affairs' appreciation for South Barito Regency because it is considered successful in implementing the simultaneous Pilkada 2017 is considered an indicator of success in holding elections. However, several polemics such as administrative errors, non-neutrality and violations in the voting and calculation process by KPPS officials as election organizers that developed in the field encouraged researchers to conduct studies on the integrity of KPPS in the 2017 South Barito Regional Election. Quality elections. The formulation of the problem in this study is how the integrity of the KPPS as the election organizer in the implementation of the South Barito Regional Election in 2017 and what factors can support and weaken the integrity of the KPPS officers. The method chosen to conduct research studies is descriptive qualitative method. This type of research explores the facts and data described from the results of document collection, a quick assessment of 21 KPPS followed by in-depth interviews, documentation and observation. This research integrity indicator uses the EIP theory study developed by Pippa Norris through 11 election cycles, but in this study itself only uses 4 parameters that are directly related to KPPS. The 4 parameters are the election procedure, the voting process, the vote counting process and the election administration. The results of this study indicate that in general the members of KPPS in the South Barito Pilkada generally have integrity because the results of the 2017 South Barito Regional Election are based on 4 EIP indicators from 21 rapid assessments. However, based on facts in the field through in-depth interviews, there are several factors that affect the quality of the KPPS organizers in South Barito, namely administrative errors, irregularities, violations of the voting process and vote counting as well as the non-neutrality of KPPS members which resulted in the decreased integrity of the KPPS and should be questioned.
Kata Kunci : integritas, irregularitas, KPPS, penyelenggara pemilu