Laporkan Masalah

DETERMINAN KETERLIBATAN WARGA DI INDONESIA DALAM DOMAIN SOSIAL DAN POLITIK

ANISA KURNIA D, Dr. Kuskridho Ambardi

2021 | Tesis | MAGISTER SOSIOLOGI

Latar Belakang: Riset tentang keterlibatan warga penting dilakukan untuk memahami partisipasi individu dalam kegiatan kolektif dengan mempertimbangkan domain sosial dan politik dari partisipasi. Objektif: Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji asosiasi faktor sosiodemografi dengan keterlibatan warga pada domain sosial (pertemuan masyarakat dan kerja bakti) dan domain politik (partai politik). Metode: Riset ini menggunakan analisis data sekunder yang berasal dari IFLS-5 dan diolah menggunakan STATA. Sampel merupakan responden IFLS-5 berusia 15-16 tahun dan pernah menikah serta responden berusia minimal 17 tahun baik yang telah menikah maupun belum menikah. Metode complete case analysis (CCA) digunakan untuk menangani missing data, sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 13.904 orang pada partisipasi pertemuan masyarakat, 12.840 orang pada partisipasi kerja bakti, dan 9.600 orang pada partisipasi partai politik. Selain itu, riset ini menggunakan uji beda yaitu uji chi-square dan uji Mann Whitney untuk menentukan prediktor yang digunakan pada model regresi. Uji regresi yang digunakan adalah regresi logistik biner karena skala variabel dependen berbentuk dikotomi. Hasil: Mayoritas faktor sosiodemografi terbukti signifikan berasosiasi dengan keterlibatan warga di domain sosial dan politik. Orang yang berusia lebih tua, berjenis kelamin laki-laki dan bekerja cenderung terlibat pada seluruh jenis partisipasi, sedangkan orang yang tinggal di desa lebih cenderung terlibat pada kegiatan kerja bakti dan partai politik. Selain itu, ditemukan bahwa [1] orang berpendidikan tinggi cenderung terlibat di pertemuan masyarakat, tetapi mereka memiliki kecenderungan yang lebih kecil untuk terlibat di partai politik dibandingkan orang berpendidikan rendah; dan [2] orang yang berperan sebagai pasangan dan anggota lain dalam keluarga memiliki kecenderungan yang lebih rendah untuk terlibat di kerja bakti, tetapi mereka memiliki kecenderungan yang lebih tinggi untuk terlibat di partai politik dibandingkan kepala keluarga. Riset menemukan bahwa orang dengan karakteristik tertentu lebih mudah mengakses kesempatan untuk berpartisipasi karena memiliki sumber daya yang dibutuhkan. Hal itu menyebabkan partisipasi tidak merata sehingga terdapat gap dalam keterlibatan warga.

Background: Research on civic engagement is substantial in order to comprehend individual participation in collective activities by dissertating its social and political domains of participation. Objective: The aim of this study is to examine the association between sociodemographic factors and civic engagement within the social domain (community meetings and voluntary labor) and political domain (political parties). Method: Secondary data analysis from IFLS-5 was analyzed using STATA. The sample for this study was IFLS-5 respondents aged at least 15-16 who were either married or had been married, and at least 17 regardless of their marital status. The complete case analysis (CCA) method was applied to handle the missing data results in sample size of 13,904 individuals participating in community meetings, 12,840 people participating in voluntary labor, and 9,600 people participating in political parties. In order to determine the predictors used in the regression model, chi-square and the Mann Whitney tests were employed. Binary logistic regression was used as the regression test due to the dichotomous scale of the dependent variables. Results: The majority of sociodemographic variables were significantly associated with civic engagement both in social and political domains. Respondents under older, working, and male categories showed the tendency to be involved in all types of participation, whereas country dwellers were more likely to be engaged in voluntary labor activities and political parties. Furthermore, it is ascertained that [1] the highly educated people tended to be involved in community meetings, but less likely to participate in political parties; and that [2] their spouses and other family members had a lower propensity to engage in voluntary labor, but had a higher tendency in political parties participation. The findings imply that people with certain characteristics found it easier to access opportunities to participate as they possess the necessary resources. This leads to disparity in participation which contributes to a civic engagement gap.

Kata Kunci : keterlibatan warga, sosiodemografi, partisipasi

  1. S2-2021-449273-abstract.pdf  
  2. S2-2021-449273-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-449273-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-449273-title.pdf