Laporkan Masalah

Analisis Tingkat Keberlanjutan Pengelolaan Destinasi Kampung Wisata Kuin Dengan Menggunakan Kriteria Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA)

GIFFARI ERWA G, Dr. Tri Kuntoro Priyambodo, M.Sc. ; Dr. Dyah Mutiarin, M.Si.

2021 | Tesis | Magister Kajian Pariwisata

Kampung Kuin yang terletak di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia, menjadi salah satu kampung wisata yang dipilih oleh Kementerian Pariwisata untuk masuk ke dalam Program PNPM Mandiri Pariwisata tahun 2010. Namun, hasil dari laporan monitoring dan evaluasi Kampung Wisata Kuin tidak pernah ditemukan dan tidak terdapat di dalam website Kementerian Pariwisata karena hanya program PNPM Mandiri Pariwisata dari tahun 2013 yang dapat diakses oleh publik. Dengan begitu, tidak diketahui secara pasti bagaimana jalannya dan keberhasilan program tersebut di Kampung Wisata Kuin. Selain itu, Kampung Wisata Kuin seiring berjalannya waktu terasa kehilangan value dari segi daya tarik di dalam sektor pariwisata serta dianggap bukan menjadi salah satu destinasi prioritas di Kota Banjarmasin, maupun di provinsi Kalimantan Selatan. Berangkat dari hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implikasi dari penetapan Kampung Kuin sebagai kampung wisata dari segi predikat keberlanjutannya dengan melakukan assessment menggunakan Kategori A & B Kriteria ISTA, untuk kemudian merumuskan strategi pengelolaan yang tepat dengan analisis SWOT menggunakan matriks IFAS & EFAS. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil pengumpulan data menunjukkan bahwa Kampung Kuin mendapat predikat sustainable dengan skor akhir 278 dan masuk dalam Kuadran I (growth) pada diagram SWOT (Strategi S-O). Meskipun demikian, ditemukan 2 permasalahan yang menjadi faktor penghambar pengelolaan. Oleh karena itu, dirumuskan 14 poin strategi agar Kampung Kuin dapat menjadi destinasi prioritas di Kota Banjarmasin maupun Provinsi Kalimantan Selatan dengan keberlanjutan yang semakin meningkat, serta masyarakat di sekitarnya mendapat manfaat ekonomi dari adanya kegiatan wisata.

Kampung Kuin (Kuin Tourism Village), located in Banjarmasin City, South Kalimantan Province, Indonesia, became one of the tourist villages selected by the Ministry of Tourism to be included in the 2010 PNPM Mandiri Tourism Program. However, the results of the monitoring and evaluation report of Kuin Tourism Village were never found and were not found on the Ministry of Tourism website because only the PNPM Mandiri Tourism program from 2013 could be accessed by the public. Thus, it is not known exactly how the program will run and the success of the program in Kuin Tourism Village as one of the tourist villages included in the program. Other than that, Kuin Tourism Village has started losing its magic over time and no longer becomes an attractive destination in Banjarmasin or South Kalimantan. Therefore, this study aims to determine the implications of Kuin Tourism Village as a tourist village and level of sustainability by conducting an assessment using Categories A & B of the ISTA Criteria and then formulating a management strategy with a SWOT analysis using the IFAS & EFAS matrix. Data collection methods used were interviews, observation, and documentation. The data collection results showed that Kuin Tourism Village received a sustainable predicate with a final score of 278 and was included in Quadrant I (growth) on the SWOT diagram (S-O Strategy). However, two problems were found which hindered the management. Therefore, a formulated 14-point strategy aims to overcome and put Kuin Tourism Village as a leading tourist area again, with more sustainable management. Finally, the surrounding community will benefit economically from tourism activities.

Kata Kunci : Kampung Kuin, Berkelanjutan, ISTA, SWOT, IFAS, EFAS

  1. S2-2021-450034-abstract.pdf  
  2. S2-2021-450034-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-450034-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-450034-title.pdf