Laporkan Masalah

Relasi Sosial-Ekonomi Petani Kopi dan Tengkulak dalam Struktur Tataniaga Kopi di Desa Pattongko

A. HASDIANSYAH, Dr. Silverius Djuni Prihatin, M.Si

2021 | Tesis | MAGISTER PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Penelitian ini mempersoalkan relasi petani dan tengkulak dalam struktur tata niaga komoditas kopi di Desa Pattongko. Pada beberapa temuan, tengkulak diposisikan sebagai aktor dominan dan petani adalah aktor yang didominasi. Namun, relasi sosial-ekonomi tetap bertahan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan upaya petani dan tengkulak dalam membangun dan mempertahankan relasi sosial-ekonomi dalam struktur tata niaga. Penelitian ini meminjam teori pertukaran sosial Richard M. Emerson dan pilihan rasional Raymond Boudon sebagai alat dalam menjelaskan temuan-temuan yang ada. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan dipilih secara purposeful dan terdiri atas 7 petani kopi, 2 tengkulak, dan 1 informan pendukung. Seluruh data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, studi dokumen, dan pengamatan secara intensif di lokasi penelitian selama berbulan-bulan. Data penelitian divalidasi dengan metode trianggulasi dan dianalisis dengan prinsip-prinsip interaktif dan interpretasi fenomenologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani kopi dan tengkulak membangun relasi sosial ekonomi atas dasar sama-sama butuh pasar, sama-sama memahami cara kerja modal sosial, serta adanya kerelaan dari petani kopi. Sementara relasi tersebut bertahan karena di samping saling membutuhkan, pola relasi yang terbangun resiprokal. Meskipun demikian, beberapa petani resah dengan relasi yang timpang sehingga memutuskan keluar dari sistem relasi yang telah ada selama ini dan membentuk komunitas sebagai wadah perjuangan. Artinya, beberapa postulat teori pilihan rasional dianggap tidak mampu menjelaskan pilihan rasional petani keluar dari cengkraman tengkulak. Terakhir, bentuk struktur tataniaga komoditas kopi di Desa Pattongko membentang dalam 7 rantai niaga. Mulai dari petani kopi, pengumpul, tengkulak, pedagang besar, gudang, pengecer, dan pengguna akhir.

This study examines the relationship between farmers and middlemen in the structure of the coffee trade system in Pattongko Village. In some findings, middlemen are the dominant actors, and farmers are the dominant actors. However, socio-economic relations persist. This study aims to find out the efforts of farmers and middlemen in building and maintaining socio-economic relations in the trading system structure. This study lends Richard M. Emerson's social exchange theory and Raymond Boudon's rational choice as a tool in explaining the findings. The method used in this study is a qualitative design with a phenomenological approach. The research subjects consisted of seven coffee farmers, two middlemen, and one supporting informant. The data collection process was carried out through in-depth interviews, document studies, and intensive observation at the research site. The research data were validated by method triangulation and analysis with interactive principles and phenomenological interpretation. The results show that coffee farmers and middlemen build socio-economic relations based on needing a market, understanding how social capital works, and the willingness of coffee farmers. Meanwhile, the relationship survives because, in addition to needing each other, the built relationship pattern is reciprocal. However, some farmers are worried about the unequal relationship, so they decide to leave the existing relationship system and form a community as a forum for struggle. It means that some postulates of the rational choice theory are considered unable to explain the rationale choice of farmers out of the grip of middlemen. Finally, the structure of the coffee commodity trade system in Pattongko Village spans seven trade chains. They start from coffee farmers, collectors, middlemen, wholesalers, warehouses, retailers, and end-users.

Kata Kunci : Coffee farmers, middlemen, social exchange, socio-economic relations, rational choice

  1. S2-2021-449216-abstract.pdf  
  2. S2-2021-449216-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-449216-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-449216-title.pdf