Pemberdayaan Bidan dalam Meningkatkan Kualitas Rujukan Maternal di Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat
NURMALA DEWI RIA L, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Ph.D., Sp.O.G.(K.);dr. R. Detty Siti Nurdiati Z, M.P.H., Ph.D., Sp.O.G.(K.);Dr. Dra. Retna Siwi Padmawati, M.A.
2021 | Disertasi | DOKTOR ILMU KEDOKTERAN DAN KESEHATANLatar belakang: Menurut laporan WHO yang telah dipublikasikan pada tahun 2014, angka kematian ibu (AKI) di dunia mencapai angka 289.000 jiwa. Pada tahun 2015, sebanyak 585.000 perempuan meninggal dunia pada saat hamil dan bersalin, di antaranya perempuan meninggal akibat persalinan berjumlah 536.000 dan meninggal pada saat masa kehamilan sebanyak 49.000. Sekitar 99% dari seluruh kematian ibu terjadi di negara berkembang, sebanyak 80% kematian maternal merupakan akibat dari meningkatnya komplikasi selama kehamilan, persalinan dan nifas. Kejadian kematian ibu di Kabupaten Lombok Timur pada tahun 2018 meningkat menjadi 125 per 100.000 kelahiran hidup, yakni terjadi saat ibu bersalin sebesar 42,34%, nifas sebesar 40% dan saat ibu hamil sebesar 17,65%. Metode: Desain penelitian menggunakan action research dengan pendekatan participatory action research (PAR), yang terdiri dari empat tahapan, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Tempat penelitian ini adalah empat puskesmas dan wilayah binaan yang terdapat di Kabupaten Lombok Timur. Data kualitatif didapatkan dari FGD (focus group discussion) dan wawancara mendalam. Analisis data kualitatif dengan content analysis, sedangkan analisis data kuantitatif dengan Wilcoxon sign-rank and Wilcoxon rank-sum. Hasil: Bidan kurang kompeten dalam melakukan tindakan khususnya dalam pelayanan rujukan maternal dan konseling kepada pasien dan keluarga. Implementasi pemberdayaan bidan dalam meningkatkan kualitas rujukan maternal sangat berpengaruh terhadap kompetensi bidan. Nilai rata-rata pengetahuan, sikap, kinerja, motivasi, persepsi, pengalaman, keterampilan dan keyakinan bidan yang diberi intervensi menjadi lebih baik dibanding dengan kelompok bidan yang tidak diberikan intervensi. Pelatihan pemberdayaan bidan dalam meningkatkan kualitas rujukan maternal sangat berpengaruh terhadap kemampuan bidan dalam melakukan tindakan. Variabel keyakinan adalah variabel yang sangat berpengaruh dalam penelitian ini. Dengan hasil akhir, jumlah kasus rujukan maternal menurun setelah bidan diberi pelatihan tentang penanganan preeklamsia berat dan konseling dalam praktik kebidanan. Kesimpulan: Pemberdayaan bidan dalam meningkatan kualitas rujukan maternal dilakukan dengan cara meningkatkan kerjasama lintas sektor, memberikan pelatihan bidan baik klinis maupun non klinis untuk pembekalan di lapangan, melaksanakan program sesuai dengan prosedur, memiliki pedoman yang terbaru, mendapat kepercayaan/keyakinan masyarakat dan mendapat penghargaan atas pekerjaan yang telah dilakukan (reward).
Background: According to the WHO report published in 2014, the world's maternal mortality rate (MMR) reached 289,000 people. In 2015, 585,000 women died during pregnancy and childbirth, of which 536,000 women died from childbirth and 49,000 died during pregnancy. Approximately 99% of all maternal mortality occurs in developing countries, and 80% of maternal mortality results from increased complications during pregnancy, childbirth, and the postpartum period. The maternal mortality in East Lombok Regency in 2018 increased to 125 per 100,000 live births, which occurred when mothers gave birth by 42.34%, postpartum period by 40%, and during pregnancy by 17.65%. Method: The study design uses action research with the participatory action research (PAR) approach, which consists of four stages, namely: planning, action, observation, and reflection. The study location is in three health centers and the target area is East Lombok Regency. The qualitative data is obtained from FGD (focus group discussion) and in-depth interviews. The qualitative data analysis uses content analysis, while the quantitative data analysis uses the Wilcoxon sign-rank and Wilcoxon rank-sum. Result: The midwives are incompetent in taking action, especially in maternal referral services and counseling to patients and their families. The implementation of midwife empowerment in improving the quality of maternal referrals greatly influences midwife competence. The average value of knowledge, attitude, performance, motivation, perception, experience, skills, and confidence of midwives who intervened became better than the group of midwives who were not given the intervention. Midwife empowerment training in improving the quality of maternal referrals greatly affects the ability of midwives to take action. The belief variable is very influential in this study. With the final result, the number of maternal referral cases decreased after midwives were given training on managing severe preeclampsia and counseling in midwifery practice. Conclusion: Midwives are empowered to improve the quality of maternal referrals by expanding cross-sectoral collaboration, offering training for both clinical and non-clinical midwives for debriefing in the field, implement the program in accordance with procedures, have the latest guidelines, gain the trust/confidence of the community and receive an award for the work that has been done (reward). Keyword: midwife, empowerment, referral manual maternal, counseling, participatory action research (PAR)
Kata Kunci : bidan, pemberdayaan, manual rujukan maternal, konseling, participatory action research (PAR)